Viral

Gisela Thesa dan Kostum Soto Betawi di Grand Final Putri Indonesia 2026

ZETIZENS.ID – Pada perhelatan Grand Final Putri Indonesia 2026, Gisela Thesa Putri Indonesia DKI Jakarta 2 memakai kostum soto betawi.

Wanita yang digelari Puteri Indonesia Pendidikan 2026 yang juga pendiri dari komunitas/organisasi @sayinc.id ini mencuri perhatian dengan kostum yang mencerminkan kuliner khas Jakarta ini.

Kostum nasional ini terinspirasi dari Soto Betawi, hidangan khas Jakarta yang terkenal dengan kuah kental gurih berbasis santan atau susu, serta isian daging sapi dan jeroan.

Kostum tersebut berbentuk mangkuk besar yang berisi replika bahan-bahan soto seperti tomat dan daging.

Soto Betawi adalah ikon kuliner Jakarta yang mulai populer pada tahun 1970-an.
Kuah khasnya dibuat dari campuran santan, susu, dan berbagai rempah yang kaya rasa.

Kaya Rempah

Soto Betawi adalah hidangan sup daging sapi khas Jakarta yang terkenal dengan kuah santan atau susu yang gurih, kental, dan kaya rempah.

Isiannya meliputi daging, jeroan (paru, babat, usus), serta pelengkap seperti kentang goreng, tomat, emping, dan sambal. Istilah “Soto Betawi” sendiri mulai dipopulerkan sekitar tahun 1970-an.

Keunikan utama Soto Betawi terletak pada kuahnya yang merupakan perpaduan kaldu sapi, santan, dan terkadang dicampur dengan susu (susu sapi atau susu evaporasi). Ini memberikan tekstur yang creamy dan legit.

Isian soto ini umumnya menggunakan daging sapi, serta berbagai macam jeroan seperti babat, paru, usus, hati, bahkan torpedo.

Kuahnya kaya akan rempah seperti serai, daun salam, cengkeh, kayu manis, pala, dan kapulaga.

Sebagai pelengkap, soto Betawi disajikan dengan potongan tomat, irisan kentang goreng, taburan bawang goreng, seledri, daun bawang, emping, acar, dan perasan jeruk limau agar lebih segar.

History

Istilah “Soto Betawi” pertama kali dipopulerkan oleh seorang penjual soto bernama Lie Boen Po sekitar tahun 1970-an. Sebelum ada penamaan ini, masyarakat Betawi menyebutnya dengan nama soto kaki atau soto lainnya sesuai isiannya.

Salah satu pelopor atau penjual legendaris yang masih eksis hingga kini adalah Soto Betawi H. Ma’ruf yang sudah berjualan sejak tahun 1940-an.

Pada tahun 2016, Soto Betawi resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi DKI Jakarta.

Soto Betawi paling nikmat disantap saat masih hangat bersama nasi putih, sambal cabai rawit rebus, kecap manis, dan taburan emping melinjo yang renyah.

Kalau kamu tidak terlalu menyukai jeroan, banyak penjual saat ini yang menyediakan pilihan menu “Soto Betawi Daging”, hanya berisi daging sapi murni saja.

Mangkuk

Kostum yang dipakai Gisela menghadirkan pwnggunaan mangkuk bergambar ayam jago. Ternyata ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari budaya Tiongkok.

Desain mangkok ayam jago legendaris ini berasal dari zaman Dinasti Ming, tepatnya pada masa pemerintahan Kaisar Chenghua (1465-1487 M).

Kaisar memesan khusus cawan bergambar ayam jago dan ayam betina untuk sang permaisuri, yang melambangkan kesetiaan dan kemakmuran.

Gambar ayam jago sendiri melambangkan kerja keras, keberanian, dan keberuntungan.

Mangkok ini dibawa oleh imigran Tiongkok ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena harganya terjangkau, tahan lama, dan ukurannya pas, mangkok ini menjadi andalan penjual makanan kaki lima, termasuk penjual Soto Betawi.

Kepopuleran mangkok ini bertahan puluhan tahun, menjadikannya simbol nostalgiadalam kuliner kaki lima Indonesia.

Dalam konteks Soto Betawi, mangkok ini memberikan kesan otentik dan tradisional. Meskipun Soto Betawi mulai populer pada era 1970-an, penggunaan mangkok jago sudah ada jauh sebelumnya.

Mangkok ini digunakan karena sifatnya yang fungsional dan desainnya yang ikonik, melambangkan harapan agar usaha penjual soto tersebut sukses dan mendatangkan rezeki.

Gisela Thesa

Wanita yang aktif dalam kegiatan edukasi dan pengembangan diri ini memiliki nama lengkap Gisela Belicia Alma Thesalonica Silalahi.

Ia Puteri Indonesia DKI Jakarta 2 2026 dan lulusan cumlaude Ilmu Administrasi Universitas Indonesia. Ia dikenal sebagai advokat pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta pendiri platform SAYINC.ID dan inisiator gerakan #FromWhisperToPower.

Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude.

Sejak tahun 2018, ia sangat aktif memberdayakan anak muda dan perempuan melalui pelatihan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan peningkatan kesadaran global.

Ia memiliki pengalaman menjadi perwakilan Indonesia dalam berbagai forum dan kegiatan internasional di beberapa negara, termasuk Rusia, Bangkok, Barcelona, dan Praha.

Selain dikenal sebagai sosok advokat dan pageant, ia juga berprofesi sebagai MC/Host profesional, pendidik (educator), dan wirausahawan kreatif.

Ia mewakili ibu kota dengan gelar Puteri Indonesia DKI Jakarta 2 2026 dan membawa advokasi mengenai pemberdayaan perempuan serta kepemimpinan pemuda ke panggung nasional. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id