Relatable dengan Kaum Budak Korporat, Official Trailer, Poster & OST Film Monster Pabrik Rambut Rilis Menyambut Hari Buruh
Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia

ZETIZENS.ID — Palari Films merilis official trailer, poster, dan original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut yang disutradarai Edwin, serta dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Official trailer menampilkan horor tentang dunia kerja yang dekat dengan situasi sekarang, ketika tempat kerja berubah serupa monster, yang memaksa para pekerja bekerja sampai mati.
Nuansa pabrik rambut yang menjadi tempat bekerja Putri (Rachel Amanda) dan Ida
(Lutesha) ditampilkan dengan suasana mencekam di trailer.
Putri dan Ida adalah kakak-adik yang terpaksa masuk ke pabrik rambut tersebut untuk mengungkap misteri kematian ibunya. Namun, saat mereka bekerja di pabrik tersebut, kejanggalan-kejanggalan justru semakin terasa, dan menambah keyakinan Ida yang percaya ibunya mati secara tak wajar ketika bekerja di pabrik tersebut.
Sementara itu, Iqbaal, yang memerankan karakter Bona, menjadi adik bungsu dari
Putri dan Ida. Ia memiliki kemampuan untuk meregenerasi seluruh anggota tubuhnya sendiri, layaknya Axolotl—amfibi asal Meksiko yang memiliki kemampuan unik meregenerasi seluruh anggota tubuhnya.
Sebuah simbol yang menyiratkan
pertanyaan, apakah para pekerja juga diharapkan bekerja terus menerus dengan
regenerasi bagian tubuhnya sendiri?
Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, film Monster Pabrik
Rambut menjadi ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang,
Jerman, dan Prancis, yang membuktikan kredibilitas kualitas film ini.
Film ini ditulis oleh Edwin bersama Eka Kurniawan, yang menjadi kolaborasi kedua mereka setelah sukses internasional Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021).
Selain bermain, Iqbaal Ramadhan juga turut menjadi produser eksekutif, bersama Ernest
Prakasa, Dian Sastrowardoyo dan Maudy Ayunda.
“Di film Monster Pabrik Rambut, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja
seringkali membuat kita menjadi seperti mesin, kerja terus menerus, atas nama
produktivitas. Malah diharapkan bisa ganti ‘spare parts’ sendiri (seperti Axolotl).
Seperti buruh di industri lainnya, buruh film juga seringkali kurang tidur. Dan tidak
salah, karena kita mau menyenangkan keluarga kita, pacar kita, atau diri kita sendiri.
Namun, kalau sampai mencelakakan diri sendiri, malah jadi menyedihkan,” ujar
penulis dan sutradara Edwin.
Monster Pabrik Rambut sendiri akan memberikan pengalaman sinematik yang baru dan berbeda untuk perfilman Indonesia.
“Palari Films selalu berkomitmen untuk
melahirkan karya yang mampu memantik percakapan dengan isu yang relevan dan
penting untuk kita bicarakan bersama. Melalui film Monster Pabrik Rambut, kami
ingin menghadirkan hiburan yang juga menyentil dengan visual yang fantastis dan
sedikit ajaib,” ujar produser Meiske Taurisia.
Official poster film Monster Pabrik Rambut menampilkan ketiga saudara, Rachel
Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan, serta Sal Priadi dan Kev dengan dengan
tatapan kosong seperti kurang tidur.
Tak hanya kehadiran kelimanya, sosok kepala Didik Nini Thowok terlihat di antara manekin kepala di lemari belakang, terlihat
seperti mengintai mereka.
Sementara itu, original soundtrack (OST) film yang berjudul Kepala, Pundak, Kerja Lagi dinyanyikan dan diciptakan oleh Sal Priadi, yang akan menjadi anthem bagi para pekerja yang masih harus berjuang dengan lembur
sampai babak belur.
Terciptanya OST ini berawal dari sebuah adegan yang mengharuskan Rudi, karakter
yang diperankan Sal, bermain gitar dan bernyanyi. Hingga kemudian muncul diskusi
antara Edwin dan Sal untuk mengembangkan lagu dalam adegan tersebut menjadi
OST film.
Bagi Rachel Amanda, Monster Pabrik Rambut terasa sangat dekat dengan situasi
saat ini. Ketika generasi milenial dan Z kerap kali harus menormalisasi hustle culture
demi mengejar duniawi dan pada akhirnya kurang tidur, hingga risiko kematian
akibat kelelahan bekerja.
“Overwork itu sesuatu yang nyata. Ini terjadi di semua industri kerja, termasuk di
perfilman sendiri. Aku harap Monster Pabrik Rambut semakin menyadarkan kita
tentang pentingnya istirahat, dan bahwa film ini juga akan menyadarkan orang
tentang tidur adalah hak asasi manusia. Horornya dunia kerja itu nyata, kita sering
banget mendengar cerita orang yang harus lembur sampai babak belur, dan Monster
Pabrik Rambut ingin menyuarakan keresahan itu,” kata Rachel Amanda.
Monster Pabrik Rambut juga menghadirkan ansambel pemeran yang unik dan kuat.
Film ini juga menjadi horor perdana Iqbaal, serta film debut bagi kreator konten
Kev, yang membuktikan kualitas aktingnya di layar lebar dan memberi bukti
regenerasi industri perfilman Indonesia.
Sal Priadi, yang pertama kali bekerja sama dengan Palari Films melalui Seperti
Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan kembali bekerja sama di film Monster.Pabrik Rambut.
Tak hanya bermain, namun Sal juga dipercaya untuk menciptakan OST. film yang akan menjadi mars para pekerja di tengah gempuran lembur.
Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia! (Sobri)







