Oto

Ini Loh Taksi Listrik Green Asal Vietnam yang Lagi Viral

ZETIZENS.ID – Di balik tragedi kecelakaan tabrakan KRL dan Argobromo beberapa waktu lalu, taksi listrik Green SM yang sebelumnya dikenal dengan nama Xanh SM disebut-sebut sebagai penyebab. Taksi ini main nyelonong begitu saja melewati rel kereta meski sudah ada peringatan dilarang melintas. Yuk cari tahu taksi ini.

Green SM resmi beroperasi di Indonesia pada Desember 2024. Perusahaan transportasi asal Vietnam ini menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di Asia Tenggara yang mereka masuki, setelah Vietnam dan Laos.

Green SM di Indonesia merupakan bagian dari GSM (Green and Smart Mobility JSC) yang terafiliasi dengan Vingroup. Seluruh armadanya menggunakan mobil listrik dari merek VinFast.

Layanan ini pertama kali diperkenalkan pada Desember 2024 dengan nama Xanh SM, kemudian namanya diubah menjadi Green SM pada April 2025 agar lebih mudah diucapkan oleh masyarakat Indonesia.

Ekspansi

Green SM juga merupakan perusahaan layanan transportasi taksi dan penyewaan kendaraan 100% listrik.

Berasal dari Vietnam dan didirikan oleh miliarder Pham Nhat Vuong (pendiri Vingroup), layanan ini menggunakan armada mobil listrik VinFast dan kini telah berekspansi secara internasional, termasuk ke Indonesia.

Layanan ini sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik (EV) dari VinFast, yang tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga lebih nyaman dan bersih.

Armada Green SM sangat mencolok dengan warna khas Cyan atau hijau kebiruan yang melambangkan komitmen ramah lingkungan.

Mengusung standar layanan bintang lima, memastikan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Tarif

Sebagai pendatang baru di Indonesia, Green SM menawarkan tarif yang bersaing dan ramah di kantong.

Untuk perjalanan reguler, Green SM menetapkan tarif pasti sekitar Rp5.800 per kilometer setelah jarak awal terlewati, menjadikannya salah satu opsi taksi listrik yang lebih kompetitif.

Sama seperti layanan taksi daring pada umumnya, pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi khusus Green SM.

Green SM membuka lapangan pekerjaan bagi pengemudi dengan persyaratan cukup ketat guna menjaga kualitas pelayanan, antara lain: berusia antara 21-55 tahun, memiliki SIM A umum, memiliki penampilan yang rapi dan bersih, dan harus melalui serangkaian tes berkendara (On the Job Training / OJT).

Meskipun masih relatif baru di pasar Indonesia, Green SM sempat menjadi sorotan publik pada akhir April 2026 karena salah satu unit kendaraannya mengalami insiden terseret kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Pihak manajemen merespons dengan kooperatif, menyampaikan informasi relevan kepada pihak berwenang, dan mendukung penuh proses investigasi demi menegakkan standar keselamatan yang tinggi. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id