Viral

Cloud Ten, Grup Teater Idola Pria Pertama Bentukan Yasushi Akimoto Debut

ZETIZENS.ID – Yass. Cloud Ten, grup teater idola pria pertama yang dibentuk oleh produser terkenal Yasushi Akimoto, pendiri AKB48 dan Sakamichi Series, debut.

Terdiri dari 30 anak muda yang terpilih melalui audisi nasional yang dimulai sejak tahun 2025, idol group cowok ini mengusung konsep theater-based (berbasis teater), di mana mereka akan tampil rutin di teater khusus yang dijadwalkan buka pada bulan Agustus.

Nama “Cloud Ten” terinspirasi dari ungkapan Cloud Nine yakni kebahagiaan puncak, dengan ambisi untuk melampaui kebahagiaan tersebut.

Membernya memiliki latar belakang beragam, termasuk mahasiswa dari universitas ternama seperti Tokyo, Kyoto, dan Keio. Selain itu ada yang juara tari dan atlet.

Grup ini secara resmi diperkenalkan di Tokyo oleh Yasushi Akimoto

Akun X Popbase membahas, “Cloud ten unveils its member line-up at a press conference. Cloud ten is a new Japanese boy group, created by AKB48 producer Yasushi Akimoto, currently consisting of 30 members selected via auditions.”

Akun X 48&46 Sakamichi Info menulis, Yasushi Akimoto Bicara Pentingnya Melihat dengan Mata Kepala Sendiri; Dasar Penulisan Lirik Adalah “Diri Saya Saat Berusia 16-17 Tahun”

Produser musik ternama, Yasushi Akimoto (67), menghadiri konferensi pers untuk proyek grup idola pria barunya, Cloud ten.

Akimoto menekankan bahwa “menyaksikan dan mengalami” secara langsung adalah aset paling berharga dalam hidup. Ia mencontohkan para penggemar AKB48 yang bangga karena telah melihat perjuangan idola mereka sejak dari teater kecil 20 tahun lalu.

Meski kini memproduseri grup pria, ia merasa tidak ada perbedaan besar dengan grup wanita. Dasar penulisan liriknya selalu berakar pada dirinya saat berusia 16–17 tahun.

Ia mengungkapkan bahwa perasaan gugup saat cinta pertama dan kenangan pahit masa remaja adalah mesin penggerak karyanya. Itulah alasan mengapa lirik lagu grup wanita yang ia tulis sering kali menggunakan sudut pandang “aku” (boku) yang merepresentasikan jati dirinya di masa muda.

Bagi Akimoto, memproduksi grup idola adalah upaya untuk menghidupkan kembali “masa muda” yang dialami semua orang melalui karya musik.

“Tulisan ini berasal dari artikel yang telah admin olah dan ringkas. Sumber asli: oricon.co.jp/news/2450837/f,” tulis akun ini. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id