Pemprov Banten Terapkan Manajemen Talenta dalam Pengisian Jabatan ASN

ZETIZENS.ID — Gubernur Andra Soni resmi melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, Selasa (31/3/2026). Pelantikan ini dilakukan setelah beberapa tahun terjadi kekosongan jabatan yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia menjelaskan, sejak awal tahun 2025 Pemprov Banten telah menerapkan sistem manajemen talenta dalam proses mutasi maupun pengisian jabatan ASN. Sistem ini dinilai lebih objektif karena berbasis pada data dan rekam jejak kinerja pegawai.
“Sejak tahun 2025 awal kita telah menggunakan manajemen talenta dalam proses mutasi atau pengisian jabatan. Kita akan terus evaluasi sistem ini,” jelasnya. Lebih lanjut, Andra Soni menegaskan bahwa jabatan yang diemban oleh ASN bukanlah sebuah pilihan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan merupakan amanah, bukan pilihan. Jadi ASN dimanapun berada harus siap diperkerjakan dan ditugaskan,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan bagi ASN, terutama bagi mereka yang telah lama mengabdi namun belum mendapatkan peluang promosi jabatan.
“Saya sangat memperhatikan daftar urutan kepangkatan. Banyak yang sudah lama berkarya tapi belum mendapatkan kesempatan yang sama, bahkan golongannya sudah mentok,” katanya. Melalui sistem manajemen talenta, lanjutnya, ASN didorong untuk aktif menginput data dan menunjukkan capaian kinerja (evident) sehingga dapat menjadi bahan penilaian yang transparan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Melalui manajemen talenta ini, pegawai diminta aktif memasukkan data, sehingga BKD dapat memonitor perkembangan ASN tersebut,” ujarnya. Andra Soni juga menegaskan bahwa pengisian jabatan ini merupakan kebutuhan organisasi, mengingat masih banyak posisi yang sebelumnya diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dan akan dilakukan secara bertahap.
Ia memastikan bahwa sistem manajemen talenta yang digunakan merupakan kebijakan dari pemerintah pusat dan belum semua daerah menerapkannya, sehingga Banten termasuk daerah yang telah lebih dulu mengimplementasikan sistem tersebut. “Ini kesempatan untuk semua. Saya secara pribadi tidak kenal dengan para pejabat yang diangkat. Semua bisa dilihat dari manajemen talenta, mulai dari kepangkatan, prestasi, hingga rekam jejaknya,” ungkapnya.
(Sarah)







