Khazanah

Siapa Lukman yang Namanya Abadi dalam Alquran?

ZETIZENS.ID – Selain Nabi dan Rasul, ternyata ada nama manusia biasa yang namanya diabadikan dalam Alquran bahkan menjadi nama surat. Dialah Lukman. Siapakah dia?

Luqman al-Hakim adalah seorang hamba Allah yang shalih, bijaksana, dan bukan nabi, yang namanya diabadikan dalam Alquran (Surah Luqman) karena nasihat-nasihat emasnya.

Ia dianugerahi hikmah yakni kebijaksanaan/pemahaman mendalam oleh Allah SWT, terutama dalam mendidik anak tentang tauhid, akhlak, dan bersyukur.

Mayoritas ulama sepakat Luqman adalah hamba Allah yang shalih, bukan nabi atau rasul.

Sekali lagi, ia disebut Al-Hakim (orang yang bijaksana) karena pemahaman agamanya yang dalam.

Riwayat berbeda menyebutkan ia berasal dari Etiopia, Nubia, atau Sudan. Ia digambarkan sebagai tukang kayu atau hamba sahaya. Ia hidup sezaman dengan Nabi Daud AS.

Parenting

Luqman diabadikan karena kebijaksanaannya dalam mendidik anak (parenting) yang menjadi contoh teladan universal.

Ia memberikan nasihat Tauhid atau mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah (QS. Luqman: 13).

Ia juga mengajarkan akhlak terpuji, mendidik untuk berbakti kepada orang tua, bersabar, tidak sombong, dan lemah lembut (QS. Luqman: 17-19).

Luqman juga memberikan perintah utama agar bersyukur kepada Allah (QS. Luqman: 12).

Nasihatnya mencakup hubungan dengan Allah (habluminallah) dan manusia (habluminannas).

Kisah Luqman menjadi pedoman penting bagi umat Islam dalam membangun keluarga yang beriman dan berakhlak mulia.

Wasiat

Wasiat Luqman dalam Alquran (Surat Luqman: 13-19) berfokus pada penanaman akidah, ibadah, dan akhlak mulia kepada anaknya, meliputi: larangan syirik (kezaliman besar), kewajiban bersyukur, berbakti kepada orang tua, perintah shalat, amar ma’ruf nahi munkar, bersabar, serta larangan bersikap sombong dan angkuh.

Wasiat lain Luqman adalah mendirikan salat, perintah untuk menegakkan salat sebagai wujud ibadah.

Ia juga mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran serta bersabar atas segala ujian dan musibah yang menimpa.

Selain itu ia juga menasihati untuk rendah hati atau tawadhu yakni larangan memalingkan muka karena sombong dan tidak berjalan di muka bumi dengan angkuh (QS. Luqman: 18).

Hal lainnya, Luqman menasihati untuk sederhana dalam bertingkah Laku, perintah untuk bersikap tenang, sederhana dalam berjalan, dan melunakkan suara (tidak berteriak).

Nasihat-nasihat ini dianggap sebagai pedoman pendidikan anak yang komprehensif dalam Islam. (Zee) 

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id