Gen Z
Siap Merancang Masa Depan? Ini 4 Tips untuk Gen Z yang Punya Mimpi Keuangan Cemerlang
Mengapa Anak Muda Perlu Merancang Masa Depan Sejak Dini? Cari jawabannya di sini

ZETIZENS.id – Banyak generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z dan milenial, yang punya mimpi besar untuk masa depan, mulai dari membangun usaha sendiri, punya kebebasan finansial, hingga hidup lebih mandiri secara ekonomi.
Namun, di balik optimisme tersebut, nggak sedikit yang merasa cemas: apakah kondisi keuangan mereka hari ini sudah bisa dibilang cukup kuat untuk mewujudkan impian tersebut?
Menurut hasil survei YouGov bahwa, pada 2025, sebanyak 46 persen dari generasi sandwich mengatakan bahwa penghasilan mereka tidak mengalami peningkatan. Sementara, biaya hidup terus meningkat dan membuat generasi ini menghadapi tantangan secara finansial, termasuk inflasi (47%) dan penurunan penghasilan dari usaha (31%).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, terdapat sekitar 71 juta penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori generasi sandwich, yang harus menanggung biaya hidup orang tua dan anak-anak.
Fakta ini menunjukkan bagaimana generasi sandwich menghadapi dinamika dan tantangan keuangan yang sangat beragam.
Tantangannya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak Gen Z dan milenial menunda keputusan finansial penting karena merasa belum siap menghadapi risiko di masa depan.
Tekanan biaya hidup, perubahan pasar kerja, hingga tanggung jawab keluarga—terutama bagi mereka yang berada dalam posisi generasi sandwich—membuat anak muda semakin sadar bahwa optimisme saja tidak cukup tanpa perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
Berdasarkan survei internal yang juga diselenggarakan oleh Human8 dari Prudential tentang “Financial Mindset of Young Adults in Asia”, pada tahun 2025 mencatat bahwa 82 persen anak muda Indonesia mulai memikirkan perencanaan keuangan, dan 88 persen di antaranya ingin punya perlindungan serta bisa mapan di hari tua agar tidak menjadi beban keluarga.
Sejalan dengan itu, laporan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 oleh IDN Research Institute juga menunjukkan bahwa 63% anak muda memiliki side hustle atau pekerjaan sampingan untuk membantu keluarga, dan 60% melakukannya demi menyiapkan tabungan pribadi.
Fakta ini mencerminkan semangat generasi muda untuk lebih mandiri, produktif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan mereka.
Di sinilah perencanaan keuangan sejak dini menjadi krusial. Kesadaran untuk mempersiapkan dan mengatur pengeluaran sudah mulai tumbuh, namun perlu dilengkapi dengan strategi yang lebih menyeluruh,
Prudential Indonesia berkomitmen menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi kini dan mendatang melalui berbagai inisiatif edukasi serta solusi perlindungan yang adaptif.
Komitmen ini bertujuan membantu generasi muda membangun fondasi keuangan yang tidak hanya kuat untuk mewujudkan masa depan yang mapan, tetapi juga fleksibel menghadapi perubahan kebutuhan di setiap fase kehidupan melalui setiap inovasi produk perlindungan yang tersedia untuk masyarakat.
Untuk menyiapkan hal tersebut, anak muda perlu mengikuti 4 langkah praktis dalam merencanakan keuangan mereka.
1. Tentukan tujuan hidup dan finansial secara jelas
Mulai dari tujuan jangka pendek hingga jangka panjang, seperti membangun usaha atau melindungi keluarga, agar pengelolaan keuangan memiliki arah yang konkret. Misalnya, bagi anak muda yang ingin membangun usaha di masa depan nanti, dapat mulai menyisihkan dana khusus sejak sekarang secara rutin agar kelak bisa #MapanTerkendali.
2. Disiplin mengatur arus kas sejak awal karier
Biasakan mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menyisihkan dana secara konsisten.
Hal ini bisa membuat pengeluaran menjadi lebih terkendali dan mencegah kebiasaan hidup di luar kemampuan. Contohnya, menetapkan batas belanja bulanan untuk nongkrong atau belanja online, lalu mengalokasikan sebagian penghasilan ke tabungan otomatis.
3. Bangun perlindungan finansial dengan perlindungan
Asuransi jiwa berfungsi sebagai jaring pengaman ketika risiko tak terduga terjadi, sehingga rencana hidup tetap berjalan. Bagi anak muda yang sudah berkeluarga atau menjadi tulang punggung keluarga, memiliki perlindungan ini bisa memberi ketenangan karena orang terdekat tetap aman secara finansial agar bisa terhindar dari risiko tak terduga.
PRUMapan dari Prudential Indonesia dapat menjadi salah satu opsi untuk menjawab kebutuhan ini dengan Manfaat Dana Mapan yang dapat dibayarkan secara tahunan mulai usia 55 sampai 75 tahun, sekaligus memastikan kepastian proteksi jiwa bagi keluarga jika terjadi risiko tak terduga.
4. Tingkatkan literasi keuangan dan manfaatkan solusi yang fleksibel
Pemahaman keuangan yang baik membuat generasi muda lebih percaya diri dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan solusi yang fleksibel, perencanaan keuangan dapat disesuaikan seiring perubahan karier, penghasilan, dan tujuan hidup.
Melek finansial sejak usia muda adalah fondasi penting agar generasi muda tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga siap mewujudkannya. Perencanaan keuangan bukan soal menunda kesenangan hari ini. Dengan perencanaan yang tepat, anak muda dapat melangkah lebih tenang, melindungi orang-orang yang mereka cintai, dan fokus membangun masa depan sesuai impian.
Pada akhirnya, perencanaan keuangan sejak usia muda bukan sekadar strategi mengelola uang, melainkan investasi untuk rasa aman dan kebebasan dalam menjalani hidup dengan mapan.
Dengan fondasi yang tepat dan perlindungan yang memadai, generasi muda Indonesia dapat melangkah lebih percaya diri, mandiri, dan konsisten mewujudkan impian untuk masa depan, tanpa mengorbankan ketenangan diri maupun keluarga. (*)

