Gen Z

Tatia Rizkiyani Bahas Ke-duta-an di Zetizens Pesantren Jurnalistik 2026

ZETIZENS.ID – Sebagai pemegang selempang Zetizens Jurnalistik 2026, para peserta Zetizens Jurnalistik 2026 juga diberikan pengetahuan tentang ke-duta-an. Materi ini disampaikan Tatia Rizkiyani, Zetizens Jurnalistik 2024 yang juga Duta FISIP Untirta, Duta Inisiatif, dan penerima beasiswa Bank Indonesia Banten.

Tatia bilang, duta kerap dianggap role model di suatu wilayah atau instansi. Sebelum mengikuti ajang duta-duta, kita harus tahu siapa yang menaungi, lembaga yang melindungi. “Jangan asal masuk duta, kenali lebih dahulu,” saran mahasiswa Untirta ini.

Tatia memaparkan konsep R S I saat menjadi duta yakni Represent, Speak Up, dan Impact.

“Ketika menjadi duta, orang-orang melihatnya sebagai representasi atau mewakili organisasi yang diikuti. Menjadi duta juga harus berani speak up pada sesuatu yang diperjuangkan,” tukasnya.

Tatia juga bilang, impact menjadi paling penting saat menjadi duta.

“Duta dinilai dari dampak lingkungan sekitar bukan hanya dikenal banyak orang. Duta bukan hanya sebagai gelar akhirnya berdampak nyata bagi orang lain,” lanjutnya.

Tatia juga membahas 4B yang menjadi komponen penting saat menjadi duta yakni brain, beauty, behaviour, dan brave.

“Kecantikan bukan soal cantik dan wangi tapi good looking. Ini bukan soal cantik dan ganteng tapi juga rapi dan enak dilihat. Tapi yang lebih penting di duta itu tetap jadi diri sendiri dan berdampak,” jelasnya.

Menjadi duta juga kata Tatia harus berdampak, ketika melakukan sesuatu ada manfaatnya.

Tatia juga bilang, jangan terlalu sering membandingkan diri dengan duta lain. Setiap duta punya potensi masing-masing.

“Jangan buang-buang waktu, untuk memikirkan hal-hal tidak perlu. Jangan nganggep gelar duta sebagai tujuan akhir, setelah grand final itu adalah langkah awal untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan lain bukan akhir,” lanjutnya. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id