Ashabul Kahfi, Kisah Para Pemuda Beriman yang Abadi dalam Alquran

ZETIZENS.ID – Memasuki hari ke-15 Ramadan, juz 15 Alquran berisi surat Al-Kahfi. Para pemuda beriman ini kisahnya abadi dalam Alquran. Cari tahu siapa mereka yuk.
Kisah Ashabul Kahfi atau para penghuni gua dijelaskan dalam Alquran surat Al-Kahf (surat ke-18) ayat 9 sampai 26.
Surat Al-Kahf ini adalah surat Makkiyah yang diturunkan di Makkah dan terdiri dari 110 ayat.
Surat ini menceritakan tentang sekelompok pemuda beriman yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun atas izin Allah untuk menghindar dari kekejaman Raja Daqyanus demi mempertahankan akidah mereka.
Pemuda-pemuda ini melarikan diri dari Raja Daqyanus yang zalim dan memaksa rakyat menyembah berhala.
Mereka tertidur di dalam gua selama 309 tahun (tahun Qomariyah/Hijriah) atau 300 tahun (tahun Syamsiyah/Masehi).
Kisah ini diabadikan sebagai bukti kekuasaan Allah dalam membangkitkan manusia dan perlindungan-Nya terhadap orang yang beriman.
Ayat 9-26 secara rinci menceritakan awal mula masuk gua, perdebatan jumlah pemuda, hingga bangunnya mereka di masa yang berbeda.
Ratusan Tahun
Ashabul Kahfi ini adalah kisah 7 pemuda beriman dan seekor anjing yang tertidur dalam gua selama 309 tahun atas pertolongan Allah SWT.
Mereka melarikan diri dari kejaran raja zalim, Decyanus, demi mempertahankan iman dan menghindari penyembahan berhala. Kisah ini tercantum dalam Alquran Surat Al-Kahfi.
Mereka hidup pada masa Romawi sebelum diutusnya Nabi Isa AS, di mana raja memaksa rakyat menyembah berhala.
Allah menidurkan mereka untuk melindungi dari kekejaman, berbalik-balik dari kanan ke kiri, dan menjaga tubuh mereka dari paparan cahaya matahari langsung.
Mereka bersembunyi di sebuah gua, sering dikaitkan dengan lokasi di Yordania atau Efesus atau Turki.
Kisah ini mengajarkan keteguhan akidah (iman), keberanian mempertahankan keyakinan, dan tawakkal kepada Allah saat menghadapi tekanan lingkungan.
Kelanjutan kisah Ashabul Kahfi setelah terbangun dari tidur panjang selama 309 tahun (300 tahun syamsiah atau 309 tahun qamariyah menurut surat Al-Kahfi ayat 25) adalah salah satu momen paling menakjubkan dalam sejarah Islam, yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT.
Saat terbangun, pemuda Ashabul Kahfi merasa tubuh mereka segar. Karena kondisi fisik, pakaian, dan rambut mereka tidak berubah sedikitpun setelah berabad-abad, mereka mengira hanya tertidur selama satu hari atau sebagian hari saja.
Rasa lapar yang sangat akhirnya menyadarkan bahwa waktu berlalu lebih lama dari perkiraan.
Salah satu dari mereka, diutus untuk membeli makanan ke kota dengan membawa uang dirham perak lama. Ia diperintahkan untuk berhati-hati agar tidak dikenali oleh pengawal Raja Dikyanus (raja zhalim yang mengejar mereka). Namun, saat sampai di kota, ia terkejut karena segalanya telah berubah:
Gaya bangunan dan pakaian penduduk sudah berbeda. Penjual makanan bingung melihat koin perak yang dibawanya karena koin tersebut sudah kuno (berasal dari 3 abad sebelumnya).
Ternyata, Raja Dikyanus sudah lama wafat. Kerajaan tersebut kini dipimpin oleh raja yang saleh dan seluruh penduduk kota sudah beriman kepada Allah SWT.
Kisah pemuda yang membawa uang kuno tersebut tersebar cepat dan akhirnya terdengar oleh raja yang memerintah saat itu. Raja tersebut kemudian menemui pemuda itu dan menyadari bahwa ini adalah keajaiban yang pernah dijanjikan Allah. Penduduk kota pun berbondong-bondong menemui pemuda-pemuda tersebut.
Terbangunnya Ashabul Kahfi menjadi bukti nyata bagi penduduk kota tersebut bahwa kebangkitan setelah kematian (hari akhir) adalah benar. Mereka yang tadinya ragu, akhirnya yakin akan kekuasaan Allah.
Setelah menunjukkan keajaiban tersebut dan meyakinkan masyarakat tentang kekuasaan Allah, Allah mencabut nyawa pemuda Ashabul Kahfi.
Penduduk kota kemudian berselisih mengenai apa yang harus dilakukan terhadap mereka. Kelompok yang menang memutuskan untuk membangun tempat ibadah (masjid) di atas gua tempat mereka tertidur sebagai peringatan.
Kisah ini menegaskan bahwa perlindungan sejati hanya datang dari Allah, dan Dia mampu menjaga hamba-Nya dengan cara-cara yang melampaui logika manusia. (Zee)







