Sembilan Suara, Satu Peta Perasaan: Whisnu Santika Merilis Album “Map Of Feelings”

ZETIZENS.ID — Selama ini musik elektronik menjadi bahasa yang Whisnu Santika gunakan untuk mengajak orang bergerak, berpesta, dan merasakan energi dari setiap produksinya. Namun dibalik dentuman tersebut, ada cerita-cerita yang selama ini belum banyak terdengar.
Lewat debut album Map Of Feelings, Whisnu Santika memilih membuka sisi lain
dirinya. Kali ini, ia tidak hanya berbicara lewat beat, tetapi juga lewat lirik, cerita,
rasa, dan emosi.
Map Of Feelings menjadi sebuah ruang bagi Whisnu untuk mengeksplorasi cara
baru dalam bercerita. Alih-alih menjadikan musik sebagai sekadar pengalaman
untuk berdansa, album ini membawa dance music ke wilayah yang lebih personal.
Setiap lagu menjadi bagian dari perjalanan emosi, dengan lirik sebagai medium
untuk menyampaikan cerita yang lebih dekat dengan pendengarnya.
Untuk menerjemahkan cerita tersebut, Whisnu mengajak sembilan kolaborator
dari berbagai latar musik, yaitu Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen,
Nuca, Rossa, Maul Ibrahim (Perunggu), dan Fanny Soegi. Masing-masing
membawa karakter vokal, perspektif, serta pengalaman yang berbeda ke dalam
dunia musik Whisnu.
Dan sebagai pelengkap dari debut albumnya ini, Whisnu Santika juga akan merilis
Bonus Track bersama Tiara Andini yang hadir pada tanggal 11 September
mendatang. Bonus Track ini menjadi pelengkap dari rangkaian cerita yang hadir
dari album “Map of Feelings”.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dari konsep “Map Of Feelings”.
Whisnu tidak lagi melihat dance music sebagai sesuatu yang harus dibatasi oleh
definisi genre. Baginya, musik adalah bahasa yang bisa bergerak ke mana saja
selama mampu menyampaikan sesuatu.
Karena itu, Whisnu tidak lagi ingin memperdebatkan soal genre. Map Of
Feelings justru menjadi representasi dari sisi lain seorang Whisnu Santika, seorang
storyteller yang memilih lirik sebagai bahasa baru untuk menyampaikan
apa yang ingin ia ceritakan, bersama para kolaborator yang masing-masing
memiliki warna dan cerita sendiri.
Jika sebelumnya cerita Whisnu banyak disampaikan melalui ritme, groove, dan
beat, album ini memberi kesempatan bagi pendengar untuk mengenal apa yang
ada di baliknya. Ada emosi yang ingin disampaikan, ada pengalaman yang ingin
dibagikan, dan ada cerita yang kini bisa didengar dengan cara yang lebih langsung.
Pada akhirnya, “Map Of Feelings” bukan hanya tentang perubahan cara Whisnu
membuat musik. Album ini menjadi langkah untuk memperluas kemungkinan dance
music itu sendiri. Whisnu ingin membawa musik dance kepada khalayak
yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin selama ini tidak merasa
dekat dengan dunia musik elektronik.
Lewat “Map Of Feelings”, dance music tidak harus selalu berbicara tentang klub,
festival, atau lantai dansa. Ia juga bisa menjadi tempat untuk bercerita tentang
manusia, hubungan, perasaan, dan berbagai hal yang kita alami sehari-hari.
Album ini menjadi babak baru bagi Whisnu Santika: dari seorang musisi yang
selama ini dikenal karena kemampuannya membangun energi lewat beat, menjadi
seorang storyteller yang menemukan cara baru untuk memetakan perasaan
melalui musik.
Sembilan Suara, satu peta perasaan, “Map of Feelings” kini sudah dapat di dengar
di seluruh Digital Streaming Platform mulai tanggal 27 Agustus 2026, lalu dilanjut dengan Bonus Track yang akan menjadi pelengkap dari seluruh rangkaian cerita akan hadir pada 11 September 2026. (Zee)







