Es Buah untuk Kartini, Menulis untuk Emansipasi

ZETIZENS.ID – Merayakan Hari Kartini pada 21 April dan Hari Buku Sedunia pada 23 April, Zetizens menghadirkan kegiatan diskusi buku dengan tema “Es Buah untuk Kartini” yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 13.00-15.00 WIB.
Bertempat di Umah Budaya Kaujon, kegiatan yang dihadiri sekitar 25 peserta ini menghadirkan Saarah Dharmawan, penulis buku Es Buah di Jalan Colombo.
Daffa Shidqi Chaidar, MC Es Buah untuk Kartini menjelaskan, Es Buah di Jalan Colombo adalah buku nonfiksi yang ditulis oleh Saarah Dharmawan, Alpha Zetizens 2016.
“Kegiatan ini dihadirkan untuk mengisi momentum keren perayaan Hari Kartini. Setiap wanita punya ruang untuk berkreasi dan berkarya. Dan Kak Saarah membuktikan ini melalui passion menulis yang menjadi buku,” jelas Daffa.
Nisa Luthfiah, Penanggung Jawab Zetizens Icon perrwakilan Zetizens Squad, menjelaskan, kegiatan literasi semacam ini bukan pertama kali digelar Zetizens.
“Beberapa bulan lalu kami juga menghadirkan diskusi buku karya Rifki Baedowi, Alpha Zetizens 2017 dan Setiawan Chogah. Selain itu kita juga menggelar taman baca keliling,” jelas Nisa.
Es Dua jadi Es Buah
Sesi diskusi buku dipandu Agung Gumelar,, Zetizens Official yang hobi menulis dan piawai berpuisi dan menggunakan skill mendongeng, mendesain, live streaming, dan zumba untuk menghasilkan cuan.
Menjawab pertanyaan Agung, Saarah menjelaskan tentang awal mula buku ini lahir.
“Waktu itu setelah sidang skripsi, dosen nanya mau es dua dimana? Pas keluar ruang, Teman-teman penasaran dan nanya Saarah kamu ditanya apa sama dosen. Saya bilang, ditanya es dua dimana. Mereka pada ketawa-tawa dan bilang es dua? Es buah kali,” jelas lulusan S1 Pendidikan Luar Biasa atau Pendidikan Khusus Untiirta ini.
Es Buah di Jalan Colombo ini kata Saarah karena Jalan Colombo adalah alamat perguruan tinggi S2 yang ia tempuh yakni Universitas Negeri Yogyakarta. Ini membuktikan keraguan teman-temannya saat S1 kalau ia tidak bisa melanjutkan studi ke S2. Namun ternyata Saarah bisa, bahkan melalui jalur beasiswa LPDP.
Ditanya tentang erapa lama pembuatan buku ini, Saarah bilang hanya dalam seminggu. Dan ia tulis setelah selesai wisuda S2.
Buku ini selain Saarah berikan gratis pada teman-temannya, ternyata ada yang tertarik membeli.
Secaraara acara ini barengan sama momen Kartini, Saarah yang sama
-sama wanita yang membaca dan menulis menyampaikan, jangan pernah merasa dibatasi keadaan.
“Meski saya tuli dan disabilitas, tapi melakukan berbagai hal seperti orang-orang lain. Buat teman-teman disabilitas, jangan pernah merasa kecil hati. Kita hanya butuh teman-teman yang mendukung kita. Kebetulan kalau saya, ada teman-teman Zetizens yang benar-benar inklusif dan menerima saya,” jelas Saarah.
Literasi
Pada acara kali ini, Kirana Laksita winner Zetizens Icon Girl 2026 juga dihadirkan sebagai pembicara.
Ditanya tentang minat baca di kalangan Gen Z, Kirana menjawab, sebagai generasi Z yang digital banget, Gen Z saat ini memang tidak terlalu akrab dengan bacaan fisik berupa buku tapi tetap membaca di akun-akun media sosial. Selain itu menyimak video dari berbagai aplikasi.
“Di Hari Kartini dan Hari Buku Dunia ini menjadi hari penting. Kita para wanita harus termotivasi dengan yang dilakukan Ibu Kartini. Kita juga harus tetap melek literasi dengan media sosial yang ada,” jelas siswi SMAN 1 Kota Serang ini.
Sesuatu yang dilakukan Saarah ini, menurut Kirana sangat menginspirasi.
“Kak Saarah sudah melakukan sesuatu yang sesuai passionnya yakni menulis. Kak Saarah juga sudah berbagi inspirasi dengan cerita yang ditulis. Keren!” jelas Kirana. (Zee)





