H&M Bersiap Tutup 160 Toko Secara Global Tahun Ini!

ZETIZENS.ID – Ini kabar mengejutkan bagi pecinta fashion. H&M berencana menutup sekitar 160 toko secara global pada tahun 2026. Ini menjadi bagian dari strategi untuk mengoptimalkan portofolio gerai dan memprioritaskan penjualan e-commerce.
Langkah ini menyusul penurunan laba kuartal pertama 2026 dan perubahan perilaku konsumen. Fokus perusahaan beralih ke investasi di lokasi strategis dan pengembangan belanja daring.
“Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak agak negatif terhadap penjualan pada kuartal pertama 2026 karena penutupan dan renovasi toko,” tulis H&M dalam laporan keuangannya, dilansir dari The Sun, Kamis (9/4/2026).
Meski begitu, H&M memperkirakan penjualan akan sedikit membaik pada tahun ini. Adapun langkah pengurangan gerai offline ini bertujuan meningkatkan keuntungan dari setiap toko-toko unggulan, serta menekan biaya operasional.
Selain itu, perubahan kebiasaan belanja juga menjadi alasan utama H&M mengambil langkah ini.
Laman Kompas membahas, penjualan online telah menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan.
“Pelanggan ingin bisa berbelanja di mana saja dan kapan saja, baik di toko, website, marketplace, maupun media sosial,” tulis H&M.
Pengamat ritel, Dominick Miserandino, menilai langkah penutupan 160 toko ini sejalan dengan tren global yang memang sudah beralih ke digital.
“Konsumen sekarang lebih memilih belanja online dan tidak terlalu setia pada toko fisik. Kondisi ini membuat banyak perusahaan ritel menghadapi tantangan,” ujar Miserandino.
Sebelumnya, H&M telah menutup 163 gerai di seluruh dunia karena tren penurunan penjualan di toko fisik.
Beberapa toko di Indonesia dilaporkan ikut terdampak dalam gelombang penutupan ini.
Strategi ini mencerminkan pergeseran besar-besaran di industri ritel fast fashion yang kini lebih mengandalkan platform online daripada gerai fisik konvensional. (Zee)







