
ZETIZENS.ID – Sinar Fajar menanti di kala bulan mengkhawatirkan matahari untuk bersinar. Angin berhembus di kala suara kendaraan berlalu-lalang.
Aku berdiri di teras rumah menunggu terang bulan tenggelam.
Senter yang berusaha membantuku mencari seseorang, telah berakhir menjadi seonggok tongkat biasa.
Aku kan mencari dengan mata yang sudah lelah, meneteskan keringat hangat.
Aku ingin bersama di sini, di rumah yang hanya berisi perhiasan palsu.
Aku menemukan sebuah taman yang berisi bunga.
Aku ingin berteman dengan membongkar tanah yang keras, berharap kamu akan singgah, lalu aku berbincang denganmu. Tetapi kamu tidak menjawab.
Kesal sekali rasanya engkau tidak pernah mengerti diriku. (*)
Siswa MTs Al-Hidayah Ciomas. Zetizens Jurnalistik 2026 & Zetizens Workshop 2025.







