Orang Gila Sebelum Menulis Esai, Buku Cara Menulis dengan Gaya Satir, Lugas, dan Harmonis

ZETIZENS.ID – Buku “Orang Gila Sebelum Menulis Esai” yang terbit 2026 ini ditulis oleh Encep Abdullah. Ini adalah kumpulan esai yang menggunakan pendekatan satir, lugas, dan humoris untuk mengkritik realitas sosial, pendidikan, dan budaya sehari-hari.
Buku ini terbagi menjadi 7 tema—termasuk pendidikan dan bahasa—yang mencerminkan kegelisahan penulis terhadap perilaku masyarakat modern.
Dengan gaya penulisan yang tajam, jenaka, nyeleneh, dan jujur dalam menyoroti absurditas zaman, buku ini mengangkat isu literasi, polemik sastra di sekolah, nasib guru honorer, tradisi keagamaan, dan kritik terhadap pola pikir masyarakat.
Buku ini berfungsi sebagai cermin untuk melihat kembali isu iman, kemiskinan, dan manusia yang kehilangan arah.
Dengan menggunakan pendekatan “kegilaan” alias sudut pandang tidak biasa untuk merespon realitas, mirip dengan teknik satire untuk menelanjangi kebenaran.
Kumpulan Esai
Laman Penerbit Komentar membahas, buku setebal 147 halaman ini adalah kumpulan esai tajam, jenaka, dan penuh kegelisahan sosial yang merekam realitas kehidupan sehari-hari dari sudut pandang tak biasa.
Dengan bahasa lugas, satir, dan kadang nyeleneh, penulis mengajak pembaca menertawakan absurditas zaman: dari literasi yang setengah hati, polemik sastra di sekolah, nasib guru honorer, tradisi keagamaan, hingga perilaku masyarakat yang sering bertentangan dengan akal sehat.
Di balik humor dan sindiran, tersimpan refleksi mendalam tentang pendidikan, budaya, iman, kemiskinan, dan manusia modern yang kehilangan arah.
Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan cermin sosial yang memancing tawa sekaligus tamparan batin.
Buku ini menyindir kepura-puraan moral, kegilaan perilaku manusia, dan masyarakat yang kehilangan arah, serta menyoroti stigma penderitaan mental (dalam perspektif penulis).
Meskipun sarat sindiran, buku ini mengajak pembaca menertawakan kegilaan zaman sekaligus merefleksikan nilai-nilai pendidikan, budaya, dan iman.
Buku ini merupakan cermin sosial yang menggambarkan situasi masyarakat modern dengan gaya bahasa lugas dan reflektif. (Zee)







