Nusantara

Cocok untuk Kue Lebaran, Pia Cap Mangkok Kembali Jual Varian Pistachio Kunafa 

Jadi menu modern expression of heritage, Ikon Oleh-Oleh Malang sejak 1959 Pia Cap Mangkok luncurkan varian Pistachio Kunafa

ZETIZENS.id – Sebagai ikon oleh-oleh Malang sejak 1959, Pia Cap Mangkok
kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi wajib bagi wisatawan dengan
menghadirkan kembali varian Pistachio Kunafa spesial di bulan Ramadan.
Inovasi ini menjadi representasi modern dari warisan rasa yang telah melekat lebih dari enam dekade dalam perjalanan kuliner Kota Malang.
Selama lebih dari 65 tahun, Pia Cap Mangkok telah menjadi bagian dari tradisi wisata ke Malang, dimana membawa pulang pia bukan sekadar membeli oleh-oleh, melainkan membawa pulang cerita dan sejarah kota.
Tanpa melakukan ekspansi distribusi besar-besaran, brand ini mempertahankan eksklusivitasnya sebagai produk yang hanya dapat diperoleh langsung di Malang, memperkuat nilai autentisitas dan pengalaman destinasi.
Hadirnya kembali varian Pistachio Kunafa di bulan Ramadan menjadi langkah strategis
dalam menjembatani lintas generasi. Menggabungkan karakter khas pia legendaris dengan sentuhan rasa Timur Tengah yang kini sedang digemari banyak orang secara global. Varian ini dirancang sebagai limited modern edition yang tetap menjaga standar kualitas dan resep yang telah diwariskan turun-temurun.
“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah,” ujar Eunike Christian sebagai Direktur Pia Cap Mangkok.
“Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini,” ucapnya lagi.
Eunike juga menambahkan bahwa melalui inovasi tersebut. Pia Cap Mangkok menegaskan posisinya bukan hanya sebagai produk kuliner, melainkan sebagai destination product, sesuatu yang secara khusus dicari dan dibawa pulang sebagai simbol pengalaman berkunjung ke Malang.
Peluncuran varian Pistachio Kunafa menunjukkan bahwa heritage bukanlah sesuatu yang statis. Ia hidup, berkembang, dan mampu berdialog dengan selera generasi masa kini tanpa kehilangan identitasnya sebagai ikon kuliner dan oleh-oleh kota Malang.
Sebagai bagian dari strategi penguatan awareness nasional, langkah ini juga menegaskan komitmen Pia Cap Mangkok yang menggaungkan slogan The Taste You Must Bring Home from Malang untuk terus menjadi representasi rasa Malang yang relevan lintas zaman. (*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id