Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D

ZETIZENS.ID – Bayer, perusahaan global berbasis sains yang berinovasi di bidang kesehatan dan pertanian, hari ini meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk untuk memproduksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok dengan nilai total investasi sebesar 5 juta euro atau setara 99 miliar rupiah.
Peresmian ini menandai komitmen jangka panjang Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, guna memastikan ketersediaan produk kesehatan konsumen yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar global, sekaligus memperkuat kapabilitas riset di dalam negeri.
Acara peresmian dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin; Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dr. Ralf Beste; Perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia; Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta; serta Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel.
Pemerintah menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung agenda kesehatan nasional.
“Penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk kesehatan ibu dan anak. Terima kasih kepada Bayer yang telah melakukan investasi untuk memproduksi MMS di dalam negeri,” kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Sementara itu, dari sisi pengawasan mutu dan keamanan produk, Badan Pengawas Obat dan Makanan memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan memberikan manfaat klinis optimal, sekaligus memperkuat daya saing industri farmasi nasional.
“BPOM mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten,” ujar Prof Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).
Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dr. Ralf Beste menyambut baik upaya Bayer untuk memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, “Penguatan kapabilitas manufaktur dan Research & Development ini merupakan kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan.”
Peningkatan manufaktur, termasuk untuk memproduksi MMS merupakan bentuk kesiapan Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis sesuai dengan standar formulasi UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
“Bayer menginvestasikan 1.4 juta euro atau setara 26 miliar Rupiah untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen. Kini, kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global. Khusus untuk MMS, Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister,” jelas Priscilla Silvan Prarizta, Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis.
Ia menambahkan, “Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.”
Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu manufaktur Consumer Health Bayer di kawasan Asia-Pasifik, yang memasok produk untuk pasar domestik maupun berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia yang bekerja sesuai standar kualitas dan keselamatan global Bayer.
Selain peningkatan lini manufaktur, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D).
Fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas pada berbagai zona iklim.
“Penguatan kapabilitas R&D di pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro ditujukan untuk memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil di berbagai kondisi iklim, sekaligus terhubung secara penuh dengan jejaring R&D global Bayer. Peran R&D di Indonesia ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pasar domestik serta memperkuat rantai pasok global,” ujar Jerry Meisel, Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations.
Investasi ini merupakan salah satu wujud nyata misi Bayer “Health for All, Hunger for None” serta mendukung strategi Road to Billions, dengan Indonesia berperan strategis sebagai basis manufaktur, R&D, dan pengembangan talenta untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Sobri)







