Gerhana Bulan Total Malam Ini, Fenomena Apa?

ZETIZENS.ID – Tepat pada malam ini, 3 Maret 2026, terjadi gerhana bulan total. Apakah ini berbahaya?
Laman Detik membahas, ini menjadi salah satu fenomena langit yang paling ditunggu tahun ini. Pada fase puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga atau yang populer disebut blood moon.
Laman National Geographic sejak dua bulan lalu membahas, Gerhana Bulan Total bisa disaksikan tanpa alat bantu khusus jika langit cerah.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), waktu terbaik mengamati fenomena ini adalah saat fase total hingga puncak gerhana, sekitar pukul 18.03-19.03 WIB, ketika Bulan tampak merah karena sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi.
Warna merah pada Bulan muncul akibat hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi yang membuat cahaya merah tetap mencapai permukaan Bulan. Selama Gerhana Bulan Total berlangsung, Bulan akan tampak kemerahan sehingga kerap disebut juga sebagai “Blood Moon” atau “Bulan Darah”.
Definisi
BMKG menjelaskan bahwa Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.
“Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah,” tulis tim BMKG dalam keterangan resmi yang mereka rilis.
Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak merah.
Gerhana Bulan Total kerap disebut ‘Blood Moon’ atau ‘Bulan Darah’ karena warnanya terlihat kemerahan.
Empat
Pada 2026 terjadi 4 (empat) kali gerhana, yaitu 2 (dua) kali Gerhana Bulan dan 2 (dua) kali Gerhana Matahari. Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.
Pertama, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 17 Februari 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. Kedua, Gerhana Bulan Total (GBT) 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia.
Ketiga, Gerhana Matahari Total (GMT) 12 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia 4. Dan keempat, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 28 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
Jadi, hanya satu gerhana yang bisa kita amati dari Indonesia pada 2026. Yaitu Gerhana Bulan Total “Blood Mood” pada 3 Maret 2026.
Tidak semua wilayah di dunia bisa mengamati Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026. Seluruh proses gerhana dapat dilihat di bagian Timur Amerika, Australia, serta Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah.
Indonesia yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara juga bisa mengamati fenomena astronomis ini.
BMKG menegaskan bahwa Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 bisa diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Secara khusus, wilayah Indonesia Timur dapat menyaksikan seluruh rangkaian fase gerhana, sementara sebagian wilayah Indonesia Barat baru dapat melihatnya saat memasuki fase total. (Zee)







