Edu

KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu Menumbuhkan Budaya Literasi dan Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Lewat Seminar Literasi

ZETIZENS.ID – KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar seminar literasi di Aula Kantor Kepala Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Seminar literasi yang mengusung tema “Buku sebagai Jendela Dunia: Menumbuhkan Budaya Literasi untuk Semua dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat” ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Desa Tenjoayu.

Seminar literasi merupakan program kerja besar yang diselenggarakan KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu yang dihadiri oleh pengurus desa, beberapa RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Anjar dari Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi Banten yang telah mendonasikan buku untuk TBM Tenjoayu.

Acara dibuka dengan sambutan ketua KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu, Dwi Adi Nugroho, yang menyampaikan turut bahagia diselenggarakannya seminar literasi karena dapat berkumpul bersama masyarakat.

“Saya senang, dilaksanakannya seminar literasi ini kita dapat berkumpul bersama,” ujarnya.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tenjoayu, H. Hayat, S.Pd., memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa generasi muda saat ini memiliki minat rendah dalam membaca karena adanya media sosial.

“Anak-anak di Tenjoayu banyak yang fokus ke media sosial, minat membacanya kurang. Jadi, harus diperkuat lagi literasinya,” ujarnya.

KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu dalam seminar literasi mengundang narasumber, Suherman, S.T., M.M., selaku Duta Baca Provinsi Banten menekankan akan pentingnya menumbuhkan literasi untuk membangun masyarakat berpengetahuan, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.

“Literasi bukan hanya membaca, tetapi adanya kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, berdiskusi, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan yang tepat,” tuturnya.

Narasumber menjelaskan makna dari jendela dunia, buku memberikan banyak manfaat seperti mengenalkan dunia luar, membagikan pengalaman orang lain, memberikan solusi kehidupan, dan menambah keterampilan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, petani, pelaku UMKM, hingga anak muda.

“Alasan malas atau tidak punya waktu sering muncul di tengah tingginya penggunaan gawai sebagai tantangan terbesar, masalah utamanya terletak pada kebiasaan,” jelasnya.

Gawai menjadi tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini, walaupun sebenarnya gawai bisa menjadi sumber ilmu apabila digunakan secara bijak.

Narasumber juga mengungkapkan, budaya membaca perlu ditumbuhkan melalui langkah kecil yang konsisten, seperti membaca buku selama 15 menit setiap hari, mengunjungi perpustakaan, membuat pojok baca, serta rutin berdiskusi.

“Menumbuhkan budaya membaca membutuhkan konsistensi, seperti membiasakan membaca buku 15 menit atau baca satu lembar buku setiap hari,” ujarnya.

Narasumber mengambil inspirasi dari perjalanan pribadinya yang berhasil meraih berbagai pencapaian berkat buku, sebagai penutupnya ia menyimpulkan bahwa di setiap keluarga yang membudayakan membaca dapat membentuk generasi muda yang akan berkembang menjadi semakin maju.

Kegiatan dilanjut dengan sesi diskusi, penyerahan sertifikat dari pihak KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu oleh Dwi Adi Nugroho kepada Suherman, S.T., M.M., dan penyerahan donasi buku yang diberikan Anjar dari Forum Taman Baca Masyarakat Provinsi Banten untuk TBM Tenjoayu.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Dengan terselenggaranya seminar literasi, harapan dari KKM Tematik Literasi Kelompok 71 Desa Tenjoayu dapat menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id