Resiliensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia

ZETIZENS.ID – Taklimat Media di Cattaleya Resto Jalan Samaun Bakri, Kota Serang pada 7 Mei 2026 mengangkat tema “Resiliensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”.
Ameriza M. Moesa, Direktur/ Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten pada kesempatan ini mengatakan, “Mudah-mudahan ekonomi Banten makin bisa memberikan optimistis bagi masyarakat juga pengusaha. Kalau pengusaha sudah khawatir melakukan investasi, perekonomian bisa mandeg.”
Rawindra Ardiansah, Deputi Direktur / Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten memaparkan banyak hal. Antara lain tentang perang di Timur Tengah semakin memperburuk kondisi dan prospekp erekonomian global dengan probabilitas durasi perang akan berlangsung lama semakin meningkat.
“Harga minyak dan komoditas dunia meningkat tinggi dan diikuti dengan disukai rantai pasok perdagangan. Pertumbuhan PDB dunia rata-rata turun termasuk Tiongkok, India bahkan Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan meningkat dalam kisaran 4,8-5, 7 persen,” jelasnya.
Kenaikan ini ditopang oleh kenaikan serta ekspektasi permintaan domestik yang terjaga dengan baik.
Perekonomian ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan.
Ekonomi Indonesia triwulan 1 2026 tumbuh positif sebesar 5,6 persen (yoy). Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami peningkatan 5,64 persen. Ini menurutnya masih dalam range proyeksi.
“Di Banten masih dominasi industri pengolahan dan pertanian yang meningkat signifikan. Transportasi dan pergudangan juga pariwisata meningkat karena pariwisata dan mudik inilaj yang menyelamatkan saat triwulan 1. Kalau di nasional ditopang oleh sektor pemerintah. Di Banten, paling besar ditopang konsumsi rumah tangga,” jelasnya. (Zee)







