Kelereng, Si Bulat Menggelinding yang Hadir Sejak Era Mesir Kuno

ZETIZENS.ID – Kamu nyangka gak kalau kelereng yang selama ini kita kenal ternyata sudah ada sejak Zaman Mesir Kuno alias sekitar 3000 SM. Demi apa?
Jadi, awalnya kelereng dibuat dari batu atau tanah liat, dan populer di Romawi kuno sebagai bagian festival.
Popularitasnya menyebar ke Eropa hingga abad ke-19 sebelum masuk ke Amerika, dengan inovasi kelereng kaca berwarna muncul di Jerman pada 1864. Ini mengubah bahan menjadi marmer atau kaca warna-warni yang kita kenal sekarang, serta
Di Indonesia dikenal dengan nama lokal seperti Gundu (Betawi) atau Neker (Jawa).
Pada era Mesir Kuno & Romawi (3000 SM), permainan dimulai dengan bola kecil dari tanah liat atau batu. Di Romawi, biji-bijian sering digunakan sebagai kelereng dan dibagikan saat festival Natal.
Pada Eropa (Abad Pertengahan), kelereng menyebar luas, terutama di Inggris dan Eropa, dengan bahan dari tanah liat dan diproduksi massal.
Kelerang era inovasi Kaca (1864), teknologi pembuatan kelereng kaca berwarna ditemukan di Jerman, membuat kelereng lebih menarik seperti permen dan menyebar ke seluruh dunia.
Di Indonesia, kelereng masuk ke Nusantara dan memiliki banyak nama lokal seperti Gundu (Betawi), Neker (Jawa), Kaleci (Sunda), Kleker (Banjar), dan Ekar (Palembang).
Kelereng dibuat dari bahan beragam. Kalau dulu dari batu atau anah liat yang dibakar, era modern menggunakan marmer dan kaca. (Zee)







