Menciptakan Desa Panyaungan yang Bersih dan Sehat melalui Sosialisasi
Penanggulangan Sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Lebak

ZETIZENS.ID – Kelompok KKM 84 Tematik Untirta sukses menggelar program kerja Sosialisasi Penanggulangan Sampah yang dihelat di Aula Kantor Desa Panyaungan, Selasa (30/1/2024).
Mengusung tema “Menciptakan Desa Panyaungan yang Bersih dan Sehat”, acara sosialisasi.
Penanggulangan Sampah yang dihadiri warga desa Panyaungan dari beberapa kalangan, mulai dari para murid dan guru Sekolah Dasar Negeri 1 Panyaungan, ibu-ibu, bapak-bapak, serta para pejabat Desa Panyaungan.
Junayah, selaku Sekretaris Desa Panyaungan, menyambut dengan baik dan menilai acara ini sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat serta kebersihan lingkungan.
Yazid Ali Samanhudi, selaku ketua pelaksana menyatakan bahwa tujuan acara ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang tepat.
Ade Firdaus, S.IP., M.Si. sebagai narasumber 1 yang merupakan Kepala UPT TPSA Cihara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak.
Beliau mengatakan, kita harus pintar dalam mengelola sampah dengan cara yang tepat.
“Terdapat 3 cara dalam mengelola sampah, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Jangan sampai sampah yang kita hasilkan dapat membahayakan diri sendiri atau bahkan lingkungan sekitar. Maka dari itu, pemilahan sampah perlu dilakukan sehingga masyarakat harus mengetahui mana sampah yang masih bisa di daur ulang dan tidak. Pembiasaan orang tua pada anak-anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya serta membawa kotak bekal dan botol minum saat ke sekolah merupakan bentuk upaya untuk mengurangi jumlah sampah,” kata dia.
Pembuangan sampah harus dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu sampah mudah terurai, sampah yang masih bisa dipakai, atau sampah yang bisa di daur ulang.
Adapun cara lainnya untuk mengelola sampah agar lebih bermanfaat ialah dengan menjadikannya salah satu sumber tenaga listrik.
Djoko Abumanan, narasumber 2 yang
merupakan seorang pemerhati lingkungan bersama tim nya menjelaskan secara detail mengenai pengolahan sampah tersebut menjadi sumber tenaga listrik ke PLTU.
Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan di beberapa kota yang salah satunya adalah Cilegon.
Pada sesi diskusi, Eti, salah satu peserta sosialisasi mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang membakar sampah di halaman belakang rumah.
Pihak DLH menanggapi pernyataan tersebut bahwa asap yang dihasilkan pembakaran sampah selain menyebabkan polusi udara, juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Maka dari itu, pihak DLH memberi solusi dengan mengirimkan beberapa mobil pengangkut sampah ke beberapa daerah di Kabupaten Lebak, salah satu nya Desa Panyaungan.
Mahasiswa KKM 84 Untirta berharap setelah dilaksanakannya program kerja ini dapat menambah kesadaran masyarakat Desa Panyaungan agar lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga sebagai upaya dalam penanggulangan sampah. (*)







