Iseng-Iseng di Hari Minggu, Salt Bread dari Sunday Batch Lahir dan Viral, Ajak Kamu Chill Sebentar!
Sister Brand Dough Darlings 'Sunday Batch' Resmi Hadirkan Sensasi Salt Bread Unik di Mall Kelapa Gading

ZETIZENS.id – Salt Bread sudah menjadi salah satu tren kuliner yang tengah viral di kalangan gen Z dan anak muda ni, guys! Roti gurih/asin asal Jepang ini awalnya menyebar dari pengaruh budaya nongkrong di Kafe ala Korea, namun roti renyah dan sedikit buttery ini sudah mulai menggeser makanan viral yang terlalu manis menjadi ke selera makanan comfort food yang klasik.
Nggak heran, fear of missing out (FOMO) terhadap salt bread sukses bikin antrean di kedai kopi lokal yang menyediakan menu ini jadi mengular dan kehadirannya semakin diminati warga kekinian.
Tren ini pun berhasil ditangkap oleh salah satu brand produk salt bread lokal, Sunday Batch. Sebagai pendatang baru, brand ini semakin menunjulkan dirinya dengan membuka store pertamanya di Mall Kelapa Gading, Jakarta. Walau baru buka beberapa bulan, kehadiran dan konsep kedai kopi di bilangan Jakarta Utara ini sukses menarik perhatian generasi muda.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar akan produk salt bread buatan tangan (handmade) yang autentik, Sunday Batch mengklaim membuat artisan roti ini dari bahan berkualitas tinggi, sehingga adonan rahasinya itu telah menjadi produk comfort food yang khas.
“Sunday Batch lahir dari ketidaksengajaan kami di satu sore hari Minggu yang santai. Jadi kita (bertiga.red) suka sama salt bread, dan karena kita juga ada baker di sini, kita lahirkan sebuah ide untul bikin salt bread, deh yang kayaknga cocok dinikmati pas hari Minggu,” ujar Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch saat mengumumkan Grand Launching mereka pada Kamis (3/9) di Mall Kelapa Gading, Jakarta.
“Kami menyempurnakan setiap detailnya secara maksimal, menggabungkan craftsmanship tinggi dari para baker berpengalaman dengan kualifikasi bahan baku terbaik. Kami ingin memastikan keajaiban resep yang tercipta secara tidak sengaja ini disajikan dalam standar kualitas kuliner tertinggi,” katanya lagi di depan rekan media.
Kehadiran Sunday Batch membawa solusi holistik bagi kaum urban melalui produk roti yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengajak penikmatnya untuk sejenak melambat dan merayakan nikmatnya bersantai.
“Saya sendiri pencinta masakan Indonesia, di kepala kami selalu terpikir gimana caranya memadukan sesuatu yang udah nyaman di lidah Indonesia, dari situ kami buat oembeda, salt bread kami ada varian rasa nusantara. Kami juga byatkan soup sebagai cocolannya dengan kesukaan orang-orang pada salt bread, cocolan kami punya selera nusantara, misalnya varian soup ketan hitam yang manis dicocol dengan roti yang asin akan jadi maknyus,” bebernya lagi.
Sidney percaya, anak muda yang kini masih mencari salt bread karena fomonya akan juga sampai merasakan produk dari Sunday Batch.
Di balik kisah kelahirannya yang santai, standar kualitas Sunday Batch nggak main-main lantaran ia berada di level yang sangat tepercaya di bawah naungan brand pertama mereka, Dough Darlings, jenama donat artisanal lokal yang telah 11 tahun berkecimpung di industri kuliner dan sukses berekspansi hingga ke Doha, Qatar.
Rekam jejak dan penguasaan teknik selama lebih dari satu dekade ini menjadi jaminan mutu mutlak di setiap loyang Sunday Batch. Walaupun gagasannya lahir dari eksplorasi tanpa beban, seluruh proses produksi dan pemilihan bahan baku tetap mematuhi standar operasi global yang dijaga ketat.
“Kita nggak cuma produksi donat manis Dough Darling kan produksi donat manis, nah doughnga itu kan berarti adonan, maka dari adonan yang sama, kita mau bikin sesuatu yang nggak manis dengan experience di salt bread ini,” timpal Ivan salah satu cofounder Salt Bread di acara yang sama.
Ia yakin juga, Sunday Batch yang sempat jadi viral akan mampu bertahan lama dengan keunikan rasa dan kualitas yang disajikan. “Ada alasan juga kenapa kami buka perta.a di Kelapa Gading, kami di sini menemukan pengunjung mal ini kan family, anak muda mereka juga aware sama tten salt bread, dan kami yakin store pertana ini akan jadi tolak ukur kami untuk expand ke wilayah lainnya,” katanya lagi.
Dikatakan Aldrian, salah satu cofounder dan head research Sunday Batch punya keunggulan pada rahasia teknik pemanggangan yang sangat presisi untuk menghasilkan tekstur salt bread yang ideal.
“Setiap adonan dipanggang pada suhu presisi 180–190°C selama tepat 12–15 menit. Kunci utama untuk mendapatkan tingkat kerenyahan (crunchiness) yang pas tanpa merusak kelembutan interiornya terletak pada keputusan untuk sama sekali tidak menggunakan olesan telur (egg wash). Kita nggak pakai egg wash tapi sebagai gantinya, Sunday Batch mengandalkan reaksi karamelisasi alami dari lelehan mentega berkualitas tinggi yang keluar saat pemanggangan, menciptakan lapisan golden crust yang tipis, renyah alami, serta aroma buttery yang gurih meresap hingga ke dalam adonan,” ungkapnya.
“Karena itu menikmati salt bread kami, kita bisa rasakan dulu teksturnya, kita hirup aroma butternya, pakai semua indra untuk menikmati semua menu ini. Menikmati roti Sunday Batch untuk dapetin vibe lazy Sunday setiap hari,” katanya lagi.
Sunday Batch dalam grand opening itu memperkenalkan total 22 varian menu, yang terdiri dari 19 rasa untuk dinikmati di tempat (dine in) maupun dibawa pulang (takeaway), serta 3 rasa eksklusif untuk cocolan soup secara dine-in.
Menawarkan sensasi makan yang berbeda dan mendobrak batasan inovasi, Sunday Batch menghadirkan jajaran best seller berupa salt bread yang bentuknya menyerupai donat atau bagel. Inovasi bentuk ini menghasilkan tekstur yang jauh lebih crunchy dibandingkan salt bread pada umumnya, karena mentega terdistribusi secara lebih merata dan area bawah roti memiliki ruang sentuh yang lebih luas dengan loyang pemanggang.

Varian best seller dalam kategori ini mencakup Double Chocolate, Triple Cheese, Blueberry, Chocolate Banana, dan Cranberry Cream Cheese.
Ada juga menu mini salt bread bertekstur renyah dan buttery yang cocok disajikan bersama sup hangat sebagai cocolannya. Format ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman comfort food yang utuh, mengajak pengunjung menikmati setiap gigitan secara perlahan di gerai.
Ada tiga varian sup pendamping yang kaya rasa, antara lain Sunday Soup yang kaya rempah dan berkaldu gurih, Cream Mushroom Soup yang kental dan lembut, hingga paduan unik nan nostalgic Black Sticky Rice Soup (Sup Ketan Hitam) yang memberikan harmoni rasa gurih-manis yang memikat saat dipadukan dengan kehangatan mini salt bread.
“Hidup di Jakarta itu serba cepat banget. Dengan aktivitas yang flash itu kadang kita suka menunggu datangnya Hari Minggu, harapannya dengan menikmati salt bread, kita bisa take time santai sebentar seperti Hari Minggu,” kata Ivan lagi. (*)







