Pemkab Serang Buka Seleksi Beasiswa Magang ke Jepang, 419 Kuota Disiapkan

ZETIZENS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mulai menyelenggarakan seleksi offline Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia ke Jepang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Senin (2/11/2026).
Program yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Pemkab Serang tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda di wilayah pedesaan, sekaligus membuka peluang kerja di luar negeri.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi kerja sama antara Kemendes PDT dan Pemkab Serang dalam menghadirkan program beasiswa tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan, magang, hingga bekerja di Jepang merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh para pemuda Kabupaten Serang.
“Saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Desa yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dalam rangka memberikan beasiswa, khususnya bagi pemuda desa untuk mengikuti magang dan selanjutnya bisa bekerja di Jepang,” kata Ratu Zakiyah di sela kegiatan.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang yang masih tergolong tinggi.
“Kita tahu angka pengangguran di Kabupaten Serang masih tinggi. Saya minta kepada seluruh warga untuk memanfaatkan program yang luar biasa ini. Di mana ada usaha, di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” ujarnya.
Ratu Zakiyah juga meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius. Seleksi akan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi, akademis, hingga pemeriksaan kesehatan.
Peserta yang dinyatakan lolos seluruh tahapan tersebut selanjutnya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan bahasa serta pengenalan budaya Jepang sebelum diberangkatkan.
Adapun kuota program yang disiapkan sebanyak 513 peserta, dengan rincian 419 peserta dari Kabupaten Serang dan sisanya dari Kota Serang.
“Targetnya tidak ada, yang jelas tadi Pak Menteri meminta sebanyak-banyaknya. Peluang masih sangat terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri dalam program beasiswa ke Jepang ini,” jelasnya.
Untuk memperluas informasi dan menjaring lebih banyak pendaftar, Bupati juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
Nantinya, sosialisasi akan dilakukan melalui penyebaran brosur dan berbagai saluran informasi OPD strategis agar kesempatan mengikuti program tersebut dapat diketahui lebih luas oleh para pemuda desa.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia ke Jepang telah diluncurkan sekitar tiga bulan lalu bersama Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden.
Pada tahap awal, sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia telah diberangkatkan. Program tersebut terbuka bagi seluruh kabupaten di Indonesia yang siap mengikuti proses pelaksanaan.
“Waktu itu sudah kita lepas 200 orang dari berbagai daerah. Kita memang memberi peluang kepada semua daerah, terutama desa-desa di kabupaten seluruh Indonesia. Jadi, bukan Serang diutamakan. Siapa pun kabupaten yang siap, akan kita layani,” kata Yandri.
Ia menyebutkan, peluang program tersebut masih sangat besar karena terdapat permintaan tenaga kerja dari Jepang yang mencapai lebih dari 40 ribu orang dari wilayah pedesaan Indonesia.
Menurut Yandri, peserta program akan mendapatkan kesempatan mengikuti magang dan bekerja di Jepang dengan memperoleh penghasilan. Karena itu, program tersebut dinilai menjadi peluang emas bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan kemandirian ekonomi.
“Tentu kita berterima kasih kepada Pemkab Serang yang bergerak cepat. Pendaftarnya sudah lumayan, 500 lebih. Namun, saya minta kalau bisa ditingkatkan lagi karena Kabupaten Serang penduduknya hampir dua juta dan anak mudanya juga banyak. Ini kesempatan emas bagi anak-anak muda yang ingin ke luar negeri untuk berlatih dan belajar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yandri berharap para pemuda yang telah mendapatkan pengalaman dan keterampilan di Jepang nantinya dapat kembali ke daerah asal dan menjadi pionir pembangunan desa.
Mereka diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkungan masing-masing.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Yandri mengaku telah menyiapkan fasilitas kursus bahasa Jepang secara gratis bagi calon peserta.
“Makanya tadi saya sebagai pribadi menyiapkan guru bahasa Jepang secara gratis. Kursusnya gratis di sini, tempatnya juga gratis dan tidak perlu sewa. Kemudian dari Pemkab Serang juga luar biasa keberpihakannya. Pemeriksaan MCU akan dibiayai oleh kabupaten, termasuk BPJS Ketenagakerjaan juga ditanggung,” jelasnya.
Ia bahkan menilai pola dukungan yang dilakukan Pemkab Serang dapat menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten lainnya dalam mengembangkan program peningkatan kualitas SDM dan penyerapan tenaga kerja.
“Kita berterima kasih kepada Ibu Bupati, Pak Rudy, dan tim. Kalau program ini berjalan baik di Kabupaten Serang, tentu bisa direplikasi di daerah-daerah lain,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto menjelaskan, program tersebut diperuntukkan bagi pemuda berusia 18 hingga 26 tahun dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA atau sederajat, serta terbuka bagi lulusan perguruan tinggi.
Menurutnya, masyarakat yang memenuhi kriteria dapat melakukan pendaftaran secara online. Namun, khusus pada pelaksanaan seleksi offline tersebut, panitia juga menyediakan layanan pendaftaran langsung di lokasi kegiatan dengan waktu terbatas.
Adapun persyaratan administrasi yang harus disiapkan meliputi KTP, Kartu Keluarga, ijazah mulai dari SD, SMP hingga SMA, akta kelahiran, serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Selain seleksi administrasi, calon penerima beasiswa juga akan menjalani tes Intelligence Quotient (IQ) dengan nilai minimal 99. Tes tersebut dilaksanakan secara online.
“Setelah tes IQ selesai dan dinyatakan lulus, peserta akan masuk ke tahapan selanjutnya, yakni pemeriksaan kesehatan atau MCU. Insyaallah, biaya MCU-nya akan dibiayai oleh Pemkab Serang,” terang Rudy.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kemendes PDT, sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Serang, serta ratusan peserta seleksi Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia ke Jepang.(dik)







