Edu

Upaya Pencegahan Stunting dan PTM oleh Kelompok Kukerta 17 di Kp. Kadu Badak, Pandeglang

ZETIZENS.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dari Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Kelompok 17, melaksanakan kegiatan posyandu dan posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kampung Kadu Badak, RT 002 RW 006, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Banten.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting pada anak-anak dan mengendalikan penyakit tidak menular di kalangan dewasa.

Kegiatan posyandu yang dilakukan meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak balita, pemberian vitamin A, imunisasi, serta penyuluhan gizi kepada para ibu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan pola asuh yang baik dapat meningkat, sehingga prevalensi stunting di daerah tersebut dapat berkurang.

Selain posyandu, kelompok Kukerta 17 juga mengadakan posbindu PTM yang ditujukan untuk masyarakat dewasa. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol, serta penyuluhan mengenai pola hidup sehat.

Penyuluhan ini mencakup pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Salah satu anggota kelompok Kukerta 17, David, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Kp. Kadu Badak semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar David.

Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok Kukerta 17 ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga Kp. Kadu Badak merasa terbantu dengan adanya kegiatan posyandu dan posbindu PTM ini, terutama dalam mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang mungkin sulit dijangkau sebelumnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, serta dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. (Yasinta)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id