Kuliner

SEMESTA BISTRO & SPACE: Rasa Nusantara, Cerita Semesta

ZETIZENS.ID – Semangkuk sup bisa mengingatkan kita pada makan siang bersama keluarga di hari Minggu. Hidangan yang dulu selalu hadir dalam perayaan pun bisa menjadi bagian dari kenangan siapa saja yang tumbuh bersamanya.

Di Indonesia, makanan selalu punya makna lebih dari sekadar rasa. Ada tempat, orang-orang, tradisi, dan cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat inilah yang melatarbelakangi Rasa Nusantara, Cerita Semesta, menu terbaru dari Semesta Bistro & Space di Kayangan Sanur yang menghadirkan sepuluh hidangan warisan kuliner dari berbagai penjuru Nusantara.

Setiap hidangan menyimpan ceritanya sendiri. Ada yang lekat dengan karakter alam tempat asalnya, ada yang lahir dari pertemuan berbagai budaya, ada pula yang identik dengan momen perayaan.

Sebagian lainnya begitu akrab karena sejak dulu menjadi bagian dari keseharian dan cita rasa rumah.

Perjalanan menu ini dimulai dari dataran tinggi Batak di Sumatra Utara melalui Babi Andaliman Semesta, yang mengangkat andaliman, rempah khas yang tumbuh di sekitar Danau Toba dan telah lama digunakan dalam masakan serta tradisi bersantap masyarakat Batak.

Bebek Madura Semesta membawa karakter kuliner Madura dengan proses memasak yang membutuhkan kesabaran dan racikan bumbu yang kaya.

Sementara itu, Selat Solo Semesta menyimpan kisah yang tak kalah menarik. Hidangan ini lahir dari pertemuan tradisi kuliner Eropa dan Jawa, kemudian berkembang dengan karakter tersendiri melalui dapur keraton Surakarta.

Hidangan lainnya juga membawa kita lebih dekat pada daerah asalnya. Soto Betawi Semesta mencerminkan beragam pengaruh budaya yang turut membentuk Jakarta dan tradisi kuliner masyarakat Betawi.

Soto Banjar Semesta lekat dengan kebiasaan bersantap bersama di Kalimantan Selatan, termasuk dalam pertemuan keluarga dan berbagai perayaan.

Sementara itu, Mie Godog Jawa hadir dari keseharian masyarakat Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Solo. Semangkuk mi berkuah hangat yang sederhana, akrab ditemukan di rumah maupun warung, tetapi justru karena kesederhanaannya itulah hidangan ini begitu membekas.

Ada pula cerita yang datang dari pesisir. Udang Bakar Jimbaran terinspirasi dari kehidupan para nelayan di Teluk Jimbaran dan tradisi membakar hasil tangkapan hari itu di tepi pantai.

Nasi Goreng Rica Semesta menghadirkan karakter masakan Manado yang dikenal dengan penggunaan cabai yang berani.

Sementara itu, Barramundi Lodeh mengambil inspirasi dari tradisi sayur lodeh Jawa, hidangan yang lekat dengan kebersamaan dan kehangatan masakan rumahan.

Nasi Goreng Hijau mengingatkan kita pada kebiasaan yang dikenal luas di berbagai daerah Indonesia, yaitu mengolah kembali nasi sisa menjadi hidangan baru.

Dari satu dapur ke dapur lainnya, kebiasaan ini melahirkan beragam versi dengan racikan rempah, bumbu, dan cita rasa lokal masing-masing.

Yang menarik dari menu ini bukan semata-mata karena hidangannya berasal dari berbagai penjuru Indonesia, melainkan karena setiap hidangan menunjukkan bagaimana makanan menjadi bagian dari ingatan kita.

Ada yang lekat dengan upacara adat dan perayaan. Ada yang berkembang melalui perdagangan dan pertemuan budaya.

Ada pula yang sesederhana makanan yang biasa disantap di rumah, di warung, atau di meja makan bersama keluarga, hingga rasanya begitu melekat dengan tempat dan orang-orang yang kita kenal.

“Bagi kami, menu ini adalah tentang kembali pada cita rasa yang menemani kita tumbuh besar. Ada begitu banyak hidangan Indonesia yang menyimpan cerita, dan kami ingin menghadirkan sebagian dari cerita itu dalam satu meja,” ungkap tim Semesta.

Semesta tidak bermaksud mengubah hidangan-hidangan ini menjadi sesuatu yang sama sekali baru. Sebaliknya, tim dapur berangkat dari hal-hal yang membuat setiap hidangan memiliki makna, mulai dari bahan dan teknik memasak hingga sejarah serta tradisi yang melatarbelakanginya.

Pendekatan ini menjadi cara Semesta menjaga karakter asli setiap hidangan, sekaligus menghadirkan kisah di baliknya kepada para tamu.

Menu terbaru ini dapat dinikmati di tiga lantai Semesta Bistro & Space di Kayangan Sanur. Lantai pertama tetap menjadi ruang bersantap sepanjang hari, mulai dari kopi pagi dan sarapan hingga makan siang dan makan malam. Lantai kedua tengah ditata ulang menjadi bar bergaya speakeasy dengan suasana yang lebih intim, tempat menikmati minuman dan koktail pada malam hari. Sementara itu, area rooftop tetap menawarkan suasana tepi kolam yang cocok untuk menikmati sore dengan lebih santai hingga menunggu matahari terbenam.

Pada akhirnya, Rasa Nusantara, Cerita Semesta adalah penghormatan bagi hidangan Indonesia yang terus tinggal dalam ingatan. Bukan karena sesuatu yang baru, melainkan karena di balik rasanya, selalu ada tempat yang terasa akrab, seseorang yang kita kenang, atau momen yang tak pernah benar-benar pergi. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id