Mawar de Jongh, People Pleaser: Si Paling Gak Enakan

ZETIZENS.ID – Mawar de Jongh hadir dalam film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan, dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 November 2026.
Dalam film yang dieutradarai Bobby Prasetyo ini, Mawar de Jongh jadi pemeran utama sebagai Karina.
Pemeran lainnya ada Ardit Erwandha, Ummi Quary, Fatih Unru, Vonny Cornellya, Surya Saputra, Cut Mini, Amel Carla, dan lainnya.
Dilema
Film ini mengisahkan dilema seorang perempuan muda yang selalu mendahulukan perasaan dan permintaan orang lain hingga mengorbankan kepentingannya sendiri.
Film ini mengisahkan tentang Karina (Mawar de Jongh), seorang pegawai kantoran muda yang dikenal sangat ramah, perhatian, dan selalu siap membantu siapa saja. Namun di balik itu, Karina memiliki kelemahan besar: ia mengidap sindrom people pleaser dan sangat sulit untuk berkata “tidak” atau menolak permintaan orang lain.
Setiap harinya, energi Karina habis terkuras demi menyenangkan orang-orang di sekitarnya—mulai dari rekan kerja, teman bermain, hingga keluarganya sendiri.
Ia rela mengesampingkan keinginan, kebutuhan, bahkan mengorbankan impian pribadinya demi menjaga perasaan orang lain agar tidak kecewa.
Konflik memuncak ketika sebuah kesempatan besar untuk mengejar impiannya akhirnya datang. Di saat yang sama, tuntutan dari lingkungan sekitarnya kembali datang bertubi-tubi dan menghalangi langkahnya.
Karina pun dihadapkan pada dilema besar dan pilihan hidup yang sulit: terus memaksakan diri membahagiakan semua orang, atau berani berkata “tidak” dan mulai memilih kebahagiaannya sendiri.
Film ini mengangkat fenomena sosial riil mengenai sindrom people pleasing atau sifat “nggak enakan”. Cerita ini menjadi cerminan langsung bagi banyak orang di Indonesia yang sering kali terjebak dalam dilema sulit berkata “tidak” demi menjaga perasaan orang lain.
Selain dibintangi oleh aktris berbakat Mawar de Jongh dan komika Ardit Erwandha, film ini dipenuhi oleh barisan pelawak tunggal (stand-up comedian) serta bintang komedi hits seperti Ummi Quary, Fajar Nugra, Sadana Agung, Aci Resti, Musdalifah Basri, hingga Yono Bakrie. Kehadiran mereka menjamin dinamika komedi yang segar dan menghibur.
Film ini digarap oleh sutradara Bobby Prasetyo dan penulis skenario Evelyn Afnilia, duet di balik kesuksesan trilogi Pamali. Kelebihan kolaborasi ini adalah kemampuan mereka dalam mengemas cerita drama dengan sentuhan komedi situasi yang hidup dan natural.
Di balik balutan komedinya, film ini menyelipkan pesan penting tentang pentingnya membangun personal boundaries (batasan diri), kesehatan mental, serta keberanian untuk mencintai dan memilih kebahagiaan diri sendiri terlebih dahulu. (Zee)







