Daan Mogot Diadaptasi jadi Film Karya Sineas Banten

ZETIZENS.ID – Pada Sabtu (3/10/2026) lalu digelar Gala Premiere film Daan Mogot – Tragedi Senja di Lengkong di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kota Serang, Banten.
Perayaan peluncuran film ini dibagi dua sesi yakni pukul 09.00 – 12.00 WIB dan 12.30 – 15.00 WIB. Even ini gratis namun terbatas untuk 60 orang pengunjung umum.
Film fiksi sejarah ini garapan sineas Banten yakni Kremov Pictures yang bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII (Banten).
Perwira
Film ini terinspirasi dari peristiwa sejarah nyata perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 25 Januari 1946 di Lengkong, Tangerang.
Film ini berkisah tentang Mayor Daan Mogot, seorang perwira militer muda sekaligus Direktur Akademi Militer Tangerang.
Tragedi ini bermula saat Daan Mogot memimpin misi damai bersama puluhan taruna akademi militer untuk melucuti senjata pasukan Jepang yang tersisa di Lengkong.
Di tengah proses perundingan yang awalnya berjalan damai, tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari arah yang tidak diketahui. Hal ini memicu kesalahpahaman fatal, sehingga pasukan Jepang menyerang balik para taruna Indonesia yang belum siap.
Pertempuran tidak seimbang ini gugur menjadi pertumpahan darah yang menewaskan Mayor Daan Mogot, beberapa perwira lainnya, serta puluhan taruna muda akademi militer.
Peristiwa memilukan inilah yang dikenal sebagai Tragedi Senja di Lengkong.
Gala premiere ini ditujukan untuk mengenang sejarah kepahlawanan tersebut dan ditayangkan secara gratis untuk masyarakat umum yang mendaftar secara daring di YouTube.
Sangat Muda
Mayor Elias Daniel “Daan” Mogot adalah seorang perwira militer sekaligus pahlawan kemerdekaan Indonesia yang terkenal karena gugur dalam pertempuran pada usia yang sangat muda, yaitu 17 tahun.
Ia lahir di Manado pada 28 Desember 1928 dan wafat di Tangerang pada 25 Januari 1946.
Kini, namanya paling banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai nama Jalan Daan Mogot, sebuah jalan raya utama sepanjang 27,5 kilometer yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Grogol, Jakarta Barat.
Pada usia 14 tahun, ia berhasil bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) bentukan Jepang di Bali berkat prestasi dan fisiknya yang dinilai cakap.
Pada usia 16 tahun, ia sudah ikut memimpin Barisan Keamanan Rakyat (BKR).
Di usianya yang belum genap 17 tahun, ia menginisiasi pembentukan sekaligus diangkat menjadi Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang dengan pangkat Mayor.
Daan Mogot gugur bersama puluhan taruna akademi militer lainnya dalam upaya perundingan damai untuk melucuti persenjataan depot tentara Jepang yang tersisa di Lengkong, Tangerang.
Dalam peristiwa tersebut, dua paman dari Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto yaitu Soebianto Djojohadikoesoemo dan Soejono Djojohadikoesoemo juga ikut gugur bertempur bersama Daan Mogot.
Gugurnya Daan Mogot menyisakan cerita pilu bagi kekasihnya, Hadjari Singgih. Di hari pemakaman Daan Mogot di Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang, Hadjari memotong rambut panjangnya yang indah untuk dikuburkan bersama jenazah sang perwira muda dan berjanji tidak akan memanjangkan rambutnya lagi. (Zee)







