Gede Aiswarya Kartika, 2nd Runner-Up Mister International 2026 dari Indonesia

ZETIZENS.ID – Nah ini dia cowok manis asal Bali yang bikin bangga Indonesia di ajang pemilihan Mister International 2026 di Thailand. Yap, Gede Aiswarya Kartika adalah perwakilan asal Bali yang berhasil meraih posisi 2nd Runner-Up alias juara ketiga serta penghargaan Best National Costume di ajang Mister ini.
Grand final kompetisi ini diselenggarakan pada Sabtu, 26 September 2026 di MCC Hall, Bangkok, Thailand.
Ia bersaing dengan 52 kontestan dari berbagai negara dan sukses menembus babak tiga besar.
Kompetisi sengit yang diikuti oleh 53 kontestan dari seluruh dunia ini menobatkan tiga perwakilan terbaik di babak akhir.
Winner atau juara utama diraih Andres Briseno dari Meksiko. Sementara posisi kedua atau 1st Runner-up diraih Ignacio “Nacho” Moncluis Pradal dari Spanyol.
Barong Landung
Pada ajang busana nasional, ia tampil memukau mengenakan kostum bertema budaya Bali yaitu Barong Landung yang memukau para juri dengan detail magis dan nilai sejarahnya.
Model profesional dan aktif dalam kegiatan pelestarian kebudayaan serta pariwisata lokal Bali ini mendapat pujian karena membawakan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga akar budaya lokal di tengah modernisasi global, serta mempromosikan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).
Penampilan Gede Aiswarya Kartika dalam sesi National Costume memikat hati para juri hingga sukses meraih penghargaan tertinggi Best National Costume.
“Barong Landung: The King Beyond Time” ini dirancang oleh desainer ternama Indonesia, Inggi Kendran.
Kostum ini merepresentasikan figur Barong Landung, salah satu warisan budaya sakral Bali yang berwujud boneka raksasa ikonik.
Figur ini menceritakan kisah cinta legendaris sekaligus akulturasi budaya antara Raja Bali kuno, Prabu Jaya Pangus, dan sang permaisuri yang merupakan putri dari Tiongkok, Kang Cing Wie.
Detail visualnya memadukan pakaian adat ksatria Bali yang gagah dengan ornamen khas bernuansa emas megah.
Menampilkan wujud topeng Barong Landung berkarakter tegas di bagian pelengkap kostum.
Dilengkapi dengan penggunaan kain kain poleng, pola kotak-kotak hitam-putih khas Bali yang melambangkan konsep spiritual Rwa Bhineda (keseimbangan dua sifat berlawanan di dunia). (Zee)







