Timun Mas dan Tenun Takdir: Keberanian, Emansipasi, Kebebasan Memilih, dan Perjuangan Keras

ZETIZENS.ID – Berpuluh bahkan beratus tahun dilestarikan turun-temurun sebagai cerita rakyat lewat cerita dari mulut ke mulut, Timun Mas menjelma dalam berbagai animasi dan live action. Salah satunya film animasi “Timun Mas” berjudul Timun Mas dan Tenun Takdir) produksi Studio Imagimata yang dirilis pada September 2026.
Dari kreator & sutradara Andrey Pratama dan penulis naskah Ratih Kumala (penulis novel Gadis Kretek), kaarakter Kana (Timun Mas) diisi oleh Mutiara Azka.
Proses produksi film animasi ini 100% dibuat oleh talenta lokal Indonesia tanpa bantuan kecerdasan buatan
Berbeda
Berbeda dengan dongeng konvensional yang sering kali menggambarkan tokoh utama sebagai pihak yang pasrah, adaptasi versi Studio Imagimata ini membawa penafsiran ulang yang lebih modern dan mendalam.
Karakter utama bernama Kana mengetahui bahwa dirinya terikat perjanjian mistis dan ditakdirkan untuk menjadi santapan raksasa Buto Ijo.
Alih-alih melarikan diri karena ketakutan, cerita film ini akan berfokus pada keberanian, emansipasi, kebebasan memilih, dan perjuangan keras Kana untuk merebut kembali kendali atas masa depannya sendiri.
Selain kehadiran Buto Ijo, cuplikan teaser juga menampilkan sosok naga hijau misterius, yang menjadi penanda bahwa semesta fantasi dalam film ini akan dikembangkan jauh lebih luas dibanding dongeng aslinya.
Setelah merilis first look perdana pada Mei 2026, official teaser trailer berdurasi 1 menit 29 detik resmi diluncurkan ke publik pada 9 September 2026.
Pihak studio belum mengumumkan tanggal rilis resmi di bioskop komersial karena tim animator masih berfokus menyelesaikan keseluruhan adegan secara manual demi menjaga kualitas visual.
Sejak perilisan trailernya, proyek garapan sutradara Andrey Pratama ini langsung viral dan mendapat banjir pujian dari penikmat film tanah air serta sineas papan atas.
Kualitas grafis CGI 3D-nya dinilai sangat megah, halus, dan memiliki standardisasi estetika yang setara dengan film-film animasi besutan studio internasional.
Seluruh pencapaian visual tersebut murni lahir dari dedikasi ratusan seniman lokal yang mengerjakannya secara manual sejak tahun 2021 tanpa menggunakan generator kecerdasan buatan (AI). (Zee)







