Finance

Menavigasi Masa Depan Finansial Generasi Muda: Refleksi dari Ajang Like It 2026 di Serang

ZETIZENS.ID – Literasi keuangan memegang peranan vital dalam membentuk ketahanan ekonomi suatu bangsa, terutama di tengah arus digitalisasi dan beragamnya produk finansial modern saat ini.

Kesadaran ini mengemuka dalam gelaran Like It (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) 2026 yang diselenggarakan di Aston Serang pada 3 September 2026.

Mengusung tema “Money Wise Future Rise”, acara ini merupakan bentuk sinergi strategis antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Untirta, UIN SMH Banten, UIN Syarif Hidayatullah, Unpam, UMN, dan UPG, dengan fokus utama menyasar kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan perekonomian bangsa.

Tantangan Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, memaparkan data survei terkait kondisi literasi keuangan di Indonesia.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh OJK, LPS, dan instansi terkait, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat sebesar 69,57%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%.

Kendati demikian, terdapat kesenjangan (gap) sekitar 24 poin antara tingkat literasi dan inklusi keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa akses masyarakat yang semakin luas terhadap produk dan layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman serta kecakapan yang memadai agar terhindar dari risiko finansial.

Tantangan serupa juga terlihat khusus pada kelompok generasi muda dan pelajar/mahasiswa. Berdasarkan data kelompok pekerjaan dalam survei tersebut, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72%—angka ini masih berada di bawah rata-rata literasi keuangan nasional.

“Angka ini menunjukkan masih terbukanya ruang yang luas untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda agar mampu memahami manfaat dan risiko produk keuangan, serta mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Sofwan Kurnia.

Mahasiswa dinilai sebagai kelompok krusial yang akan menentukan arah perekonomian Indonesia di masa depan.

Di tengah pesatnya transformasi digital dan ragam pilihan produk keuangan serta investasi, kemampuan memilah antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta menentukan instrumen keuangan secara tepat, menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki.

Investasi sebagai Roda Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa kontribusi investasi tidak hanya berdampak pada portofolio atau keuangan pribadi seseorang, melainkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi makro.

Melalui aktivitas pasar modal dan instrumen investasi lainnya, aliran dana dari masyarakat dapat disalurkan secara produktif.

Sektor keuangan yang kuat bertindak sebagai jembatan kokoh yang mempertemukan pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang—mulai dari ekspansi industri, pembangunan infrastruktur, hingga inovasi teknologi.

Peningkatan partisipasi publik dalam pasar modal dan surat utang secara langsung juga akan mendorong lahirnya perusahaan-perusahaan baru serta memperkuat ekosistem ekonomi nasional.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Mencerdaskan Bangsa

Pentingnya literasi keuangan dan fiskal ini turut diperkuat oleh pandangan dari para narasumber dan pimpinan instansi yang hadir dalam sesi diskusi

Kegiatan ini menekankan bahwa tujuan utama dari pendidikan keuangan ini adalah membimbing mahasiswa agar bijak mengelola keuangan sejak dini.

Kesadaran untuk menyisihkan dana secara rutin setiap bulan—baik untuk kebutuhan maupun investasi—akan berdampak besar. Jika kebiasaan ini terbangun, maka ketika lulus nanti, para mahasiswa akan memasuki dunia kerja dengan dukungan sektor ekonomi dan pariwisata yang sehat, serta terciptanya lapangan kerja yang lebih luas.

Iwan Sunaryo Saleh, Kepala Kanwil DJP Banten / Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan 1 di Provinsi Banten menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya ajang Like It yang telah menginjak tahun keenam ini.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang digerakkan melalui literasi keuangan yang baik akan berbanding lurus dengan peningkatan penerimaan negara melalui sektor pajak.

Santi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara menyoroti pentingnya membekali calon-calon pemimpin bangsa dengan fondasi literasi moneter dan fiskal yang kuat.

Sinergi antara Bank Indonesia (kebijakan moneter), Kementerian Keuangan (kebijakan fiskal), pemerintah daerah, dan OJK diharapkan mampumenciptakan masyarakat serta mahasiswa yang cerdas dan mumpuni secara finansial.

Ajang Like It 2026 di Serang menjadi momentum penting dalam menjembatani kesenjangan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.

Dengan pemahaman keuangan yang komprehensif, bijak dalam berinvestasi, serta dukungan sinergi lintas instansi, mahasiswa Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri secara finansial sekaligus menjadi katalisator utama bagi kemajuan perekonomian nasional di masa depan. (Hilal)

Hilal Ahmad

Gen Z Enthusiast yang suka menulis apa pun dan bertualang ke mana pun!

Tulisan Terkait

zetizens.id