Duri Hitam WiDHuri, Durian Premium Banten Unjuk Kualitas di Festival Durian Tangguh

ZETIZENS.ID – Ajang Kontes Durian Tangguh Banten menjadi wadah pembuktian bagi para petani dan pembudidaya durian lokal di Tanah Jawara. Salah satu peserta yang menarik perhatian yakni Khusnan, pembudidaya durian asal Baros, Kabupaten Serang, yang membawa varietas premium Duri Hitam atau Black Thorn hasil budidayanya di tanah Banten.
Khusnan mengatakan, keikutsertaannya dalam kontes tersebut bertujuan memperkenalkan bahwa Banten kini memiliki varietas Duri Hitam berkualitas yang mampu bersaing dengan durian dari daerah lain.
“Tahun ini merupakan tahun perdana kita untuk panen. Meskipun tahun kemarin sudah mulai berbuah, tahun ini kita sudah siap jual. Makanya kita ikut kontes Durian Tangguh Banten untuk menunjukkan bahwa sekarang kita punya Black Thorn yang dibudidayakan langsung di Banten,” ujar Khusnan,
Marketing Agrowisata WiDHuri, saat ditemui di sela-sela Festival Durian Tangguh yang digelar BPBD Provinsi Banten, Jumat (22/8/2026).
Meski ajang tersebut mengedepankan durian lokal Banten, varietas Duri Hitam yang dibawa Khusnan masuk dalam kategori favorit. Durian tersebut dipasarkan dengan merek dagang WiDHuri, yang merepresentasikan Duri Hitamnya Banten.
Secara fisik maupun karakteristik rasa, Duri Hitam WiDHuri memiliki keunikan tersendiri. Daging buahnya berwarna oranye pekat dengan cita rasa legit, pulen dan manis, disertai sedikit sentuhan pahit yang berpadu secara seimbang.
“Rasa dagingnya sangat khas dengan warna oranye pekat. Dari sisi aroma, kalau durian lokal aromanya langsung menyengat, tetapi kalau Black Thorn ini begitu dibelah baru aromanya keluar harum,” jelas Khusnan yang juga berprofesi sebagai chef profesional.
Pada panen perdana, rata-rata bobot buah yang dihasilkan berkisar 1,2 hingga 1,3 kilogram per butir. Sementara bobot maksimalnya mencapai sekitar 1,7 hingga 1,8 kilogram atau mendekati 2 kilogram.
Di lahan perkebunan seluas 5 hektare yang berada di Desa Cisalam, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Khusnan tidak hanya membudidayakan Duri Hitam atau Black Thorn. Sejumlah varietas unggulan lain seperti Musang King dan Bawor juga dikembangkan, selain durian lokal serta tanaman buah pendukung seperti alpukat.
Budidaya durian WiDHuri menerapkan metode Triple Planting, yakni sistem tanam yang menggabungkan tiga jenis tanaman dalam satu area, yaitu pohon penaung atau pelindung, tanaman pendamping atau penyubur, serta pohon durian sebagai tanaman utama.
Menurut Khusnan, pola tersebut diterapkan untuk membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus mendukung keanekaragaman hayati di area perkebunan. Dengan konsep tersebut, tanaman diharapkan tumbuh lebih sehat dan menghasilkan buah berkualitas secara alami.
Untuk pemasaran, saat ini durian WiDHuri lebih difokuskan pada konsep agrowisata atau direct to consumer. Para pecinta durian dapat datang langsung ke kebun untuk melihat tanaman, memilih buah, hingga menikmati durian di lokasi.
“Saat ini peminat atau pembelinya justru lebih senang datang langsung ke kebun. Mereka bisa melihat pohonnya, memilih buah, bahkan kalau ada buah yang runtuh atau jatuh dari pohon bisa langsung kita belah dan nikmati di tempat,” katanya.
Lokasi perkebunan WiDHuri dapat diakses melalui Jalan Raya Palka, kemudian menuju arah Desa Sendangheula/Cisalam, Kecamatan Baros/Ciomas, Kabupaten Serang.
Khusnan menargetkan, apabila kapasitas produksi terus meningkat, durian Duri Hitam hasil budidaya Banten tersebut dapat dipasarkan lebih luas hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, pemilik Kebun Durian WiDHuri, Dwi Hartadi, mengatakan keikutsertaan dalam Festival Durian Tangguh Banten sekaligus menjadi penanda panen perdana kebun seluas 5 hektare yang dikelolanya di kawasan Desa Cisalam.
“Langkah ini menjadi penanda panen perdana kebun kami seluas 5 hektare yang dikelola di kawasan Desa Cisalam, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Kami ingin masyarakat Banten turut merasakan kelezatan dan keunikan rasa durian WiDHuri. Bahkan kami juga akan mengenalkan varietas durian kami ke seluruh Indonesia,” ujar Dwi.
Pernyataan tersebut diamini dua pemilik lainnya, Bambang Wisnu Murti dan Andira.
Dengan hadirnya Duri Hitam WiDHuri, para pembudidaya berharap Banten tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil durian lokal, tetapi juga mampu menghasilkan varietas premium yang memiliki daya saing serta menjadi bagian dari pengembangan agrowisata dan ekonomi pertanian daerah. (dik)







