Hadapi Fluktuasi Harga Panen, KKM 45 Untirta Ajak Petani Desa Pejaten Perkuat Strategi Lewat “Sobat Tani”

ZETIZENS.ID – Fluktuasi harga hasil panen menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Menjawab persoalan tersebut, KKM Kelompok 45 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar program “Sobat Tani” sebagai ruang edukasi sekaligus dialog bagi petani untuk memahami strategi menghadapi ketidakstabilan harga hasil panen.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) di Sekretariat Poktan Makmur, Desa Pejaten, ini melibatkan para petani, khususnya anggota Poktan Makmur dan Gapoktan Gunung Arum. Program tersebut dilaksanakan dengan melihat kondisi Desa Pejaten yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Mengangkat tema “Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga Hasil Panen”, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian Provinsi Banten dan BPP Kecamatan Kramatwatu. Materi yang disampaikan membahas berbagai strategi yang dapat dilakukan petani dalam menghadapi perubahan harga hasil panen yang terjadi di lapangan.
Program “Sobat Tani” tidak berhenti pada sesi sosialisasi. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Rembug Tani, yang menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam sesi tersebut, petani diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, saran, maupun masukan kepada pihak terkait.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan berlangsung. Jumlah petani yang hadir tercatat melebihi target yang telah ditentukan. Keterlibatan peserta juga terlihat dalam sesi Rembug Tani, ketika sejumlah petani secara aktif menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang berkaitan dengan kondisi pertanian di Desa Pejaten.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil audiensi yang dilakukan sebelum pelaksanaan KKM, di mana persoalan terkait harga hasil panen menjadi salah satu isu yang disampaikan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, “Sobat Tani” dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyampaian informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempertemukan petani dengan pihak yang memiliki keterkaitan dalam bidang pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, KKM Kelompok 45 Untirta berharap “Sobat Tani” dapat memberikan manfaat bagi petani dalam menambah pemahaman mengenai strategi menghadapi fluktuasi harga sekaligus memperkuat ruang komunikasi antara petani dan instansi terkait.
Program ini menjadi bagian dari upaya KKM Kelompok 45 Untirta dalam mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Pejaten melalui penguatan potensi dan kebutuhan lokal, khususnya pada sektor pertanian yang menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat desa. (Zee)







