Kondisi Masih Tak Menentu, Perekonomian Banten Tetap Tumbuh Positif di Triwulan II 2026

ZETIZENS.ID – Meski kondisi dunia masih tak menentu dengan Re-eskalasi konflik AS–Iran dan gangguan Selat Hormuz kembali meningkatkan ketidakpastian global, perekonomian Banten tetap tumbuh positif di triwulan II 2026.
Tak bisa dipungkiri, kondisi global ini mendorong kenaikan harga energi dan komoditas serta memperketat kondisi keuangan global.
Meski begitu, perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global, dengan pertumbuhan yang ditopang oleh permintaan domestik. Pada kenyataannya, PDB Triwulan II 2026 tumbuh 5,29% (yoy), didukung konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, ditopang oleh industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
Ini yang diungkap pada Taklimat Media Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten yang digelar di Pokel Garden, Kota Serang, 6 Agustus 2026.
Pada even rutin Bank Indonesia yang mengangkat tema “Ekonomi Banten Tetap Solid, Prospek Pertumbuhan Terjaga”,
Shofwan Kurnia Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyampaikan ada 3 hal yang ingin disampaikan. Yakni assesment global dan nasional, realitas makro Banten, dan peluang yang dapat dioptimalkan.
“Perekonomian Banten pada triwulan 2 di 2026 tumbuh 5,49 persen (yoy) sedikit memlambt dibandingkan triwulan sebelumnya namun tetap lebih tinggi dari nasional (5, 29 persen (you). Pertumbuhan ditopang oleh industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan real estat. Sementara dari sisi permintaan didukung oleh konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah. Banten berkontribusi sebesar 6,67% terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 3,86% terhadap perekonomian nasional,” ungkapnya.
Peluang yang dapat dioptimalkan yakni melalui sektor industri yang menopang PDRB Banten sekitar 30 persen dengan penguatan produk hilir. Selain itu, di Tangerang yang menopang ai dan data center, menjadi peluang yang bisa dimaksimalkan.
Hal lainnya yakni memanfaatkan tol Serang – Panimbang untuk pariwisata di Banten Selatan.
“Aktvitas pembangunan infrastruktur dan kawasan industri terus meningkat ditopang oleh berlanjutnya proyek strategis seperti tol Serang – Panimbang, tol Kata Raja, kawasan Petrokimia Cilegon, dan kawasan industri Sawah Luhur. Strategi daya ungkit menjaga kinerja ekonomi dengan mendorong daya ungkit konsumsi dan investasi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya.
Rawindra Ariansyah Deputi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menjelaskan, perekonomian Indonesia tetap resilien, pertumbuhan perekonomian Banten tetap di atas nasional seperti biasa.
“Kinerja industri pengolahan pada triwulan 2 2026 membaik seorang meningkatnya aktivitas produksi. Konstruksi sangat tertolong dengan proyek strategis seperti pembangunan jalan tol. Untuk perdagangan meningkat namun melambat walaupun masih positif,” kata dia.
Sementara untuk sektor pertanian melambat karena masa panen sudah lewat. Begitu pula untuk konsumsi rumah tangga positif namun melambat. (Hilal)







