Mengapa Kita Suka Mendengarkan Lagu Galau? Ini Alasan Psikologisnya

ZETIZENS.ID – Mendengarkan lagu galau di saat hati sedang sedih ternyata tidak aneh. Faktanya, hal ini lazim dilakukan banyak orang. Sejejak era kaset hingga platfoform streaming musik, lagu galau selalu memiliki penggemar yang tidak sedikit.
Spotify membuat chart “Top Songs – Indonesia” pada 19 Juni 2026 yang mencakup 50 lagu.Berdasarkan data tersebut, setidaknya 9 dari 10 besar lagu terpopuler bertema kerinduan,kehilangan, atau bernada sendu.
Temuan ini menunjukkan bahwa lagu bernuansa sendu masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pendengar Indonesia.
Ternyata kesukaan masyarakat terhadap lagu galau bukanlah tanpa alasan, tetapi memilikipenjelasan yang mendalam.
Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan, lagu galau atau musikbernada sendu banyak disukai karena mampu memberikan rasa tenang dan validasi.
Selain itu, musik bernada sendu mampu menciptakan rasa keterhubungan serta menurunkan ketegangan yang dirasakan tubuh.
“Oleh karena itu, banyak orang memilih lagu sedih bukan karena ingin semakin sedih,melainkan karena musik tersebut membantu mereka merasa lebih paham, lebih lega, dan lebihtenang,” ujar Kasandra.
Menurut Kasandra, salah satu alasan seseorang mendengarkan lagu sedih karena merasaperasaannya dipahami melalui liriknya. Akhirnya, orang tersebut akan berpikir bahwa hal yangdirasakannya bukan sesuatu yang aneh.
“Hal ini sejejalan dengan konsep validasi emosional, yaitu kondisi ketika seseorang merasabahwa emosi yang dialaminya merupakan sesuatu yang wajajar dan dapat dipahami,” katanya.
Alasan lainnya adalah, ketika mendengarkan lagu galau, seseorang bisa merasakan kesedihan tanpa harus menghadapi risikonya.
Kasandra mengutip penelitian Tuomas Eerola, dkk (2018) bahwa emosi sedih yang dialami di lingkungan aman, membuat seseorang bisa menikmati kedalaman emosinya tanpa harus menghadapi konsekuensi negatif.
Temuan serupa termuat dalam Jurnal Ilmiah Zona Psikologi (2022) berjudul “Pengaruh Musik Terhadap Emosi” yang menjelaskan bahwa musik memiliki pengaruh terhadap tingkat depresiseseorang.
Musik dengan tempo lambat dinilai dapat menjadi media terapi sehingga memberikan ketenangan dan kedamaian bagi pendengarnya.
Di Balik Terciptanya Lagu Galau
Kebutuhan untuk merasa dipahami melalui musik juga menjadi salah satu hal yang selama inidiamati musisi Ade Govinda.
Sebagai salah satu pencipta banyak lagu galau populer Indonesia, Ade Govinda memilikipandangan serupa bahwa musik bisa menjadi sarana validasi perasaan.
“Memang kebanyakan pendengar yang lagi sedih atau galau itu membutuhkan teman yang bisadianggap menemani perasaan yang sedang dirasakan. Teman terbaik itu adalah lagu galau,” ujar Ade Govinda.
Setelah lebih dari satu dekade berkarya, ia banyak menciptakan lagu galau karena merasa tema itu terhubung dengan hal-hal penting dalam hidupnya.
Terlebih, selama momen 10 tahunterakhir ia sering mengalami kisah cinta yang sedih dan ingin meluapkannya dalam sebuahkarya.
“Jadi alam bawah sadarku secara tidak sadar langsung mencari gitar atau piano untukmenjadikan perasaan tersebut menjadi sebuah nada dan lirik,” katanya.
Menurut gitaris band Govinda ini, menciptakan lagu galau bukan semata-mata karena merasasedih. Bahkan, salah satu lagu galaunya berjudul “Masing-Masing” menjadi hits ketika ia melangsungkan pernikahan.Saat mencari inspirasi menulis lagu galau, ia tidak hanya membuatnya berdasarkan perasaannya saat ini, melainkan melalui proses riset.
Ade Govinda mengaku sering menggali memori masa lalu atau melihat situasi di sekitarnya sebelum membuat lagu. Hal inilah yangmembuat lagu-lagu Ade Govinda kerap terasa rerelatable di hati para pendengarnya.
‘Jadi kita itu harus pintar untuk mengambil perasaan lagi, mungkin perasaan tiga tahun lalu,tujuh tahun lalu, tapi bukan yang dikarang. Ketika kamu sedang berpikir atau mengingat masalalu, ya kamu benar-benar masuk ke dalam perasaan itu lagi dan membuat lagu,” ungkap Ade Govinda.
Pengalaman serupa juga dirasakan partner duet Ade Govinda di lagu terbarunya “Terbelah JadiDua,” Gloria Jessica alias Glojojes.
Beberapa lagunya yang populer seperti “Dia Tak Cinta Kamu”pun bernada dan berlirik sendu. Lagu galau memiliki keterkaitan tersendiri dengan dirinya sebagai seorang penyanyi.
“Lagu galau yang aku nyanyikan sangat relate dengan diri sendiri, karena semua manusia pasti pernah merasakan berbagai fase hidup, salah satunya fase galau. Lagu galau itu ada di fase sedih, kecewa, sakit, marah dan pasti manusia dalam sepanjang dia menjalani hidup, punyadan akan melewati perasaan tersebut,” tutur Glojojes.
Album terbaru Ade Govinda berjrjudul “BLUE.” merupakan salah satu karyanya yang memilikinuansa ‘galau akut.’ Di tengah popularitas lagu-lagu galau, fenomena ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya hiburan.
Bagi banyak orang, lagu menjadi ruang untuk memahami emosi yang sulit diungkapkan.Melalui album “BLUE.”, Ade Govinda dan Glojojes berharap dapat menghadirkan ruang tersebut bagi para pendengar yang sedang mencari teman dalam bentuk sebuah lagu. (Zee)







