SUNDANIS Merilis “CAPE DEH”, di bawakan Perdana di Festival YUMEMARO DAYO Jepang

ZETIZENS.ID – SUNDANIS kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk ‘Cape Deh’, sebuah lagu yang lahir dari pengalaman sehari-hari melihat begitu banyak orang yang gemar berbicara besar, namun tidak mampu membuktikan apa yang mereka ucapkan.
Lewat lagu ini, SUNDANIS mengangkat fenomena yang terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Mulai dari lingkungan pertemanan hingga media sosial, sosok yang gemar berjanji atau banyak berkomentar tanpa tindakan nyata menjadi inspirasi utama dibalik terciptanya ‘Cape Deh’.
“Awalnya lagu ini muncul dari apa yang sering saya lihat dan rasakan sendiri. Banyak orang yang omongnya besar, tapi ketika waktunya membuktikan, kenyataannya justru jauh dari apa yang mereka ucapkan. Dari situ saya merasa, ‘cape deh’ sama orang-orang seperti itu,” ungkap SUNDANIS.
Judul ‘Cape Deh’ dipilih sebagai ungkapan sederhana namun penuh makna. Bagi SUNDANIS, frasa tersebut merupakan bentuk sindiran bagi orang-orang yang terlalu banyak berbicara tanpa bukti.
Meski dibalut dengan nuansa yang ringan dan menghibur, tema yang diangkat memiliki sisi personal. Ia mengaku cukup sering berhadapan dengan karakter seperti itu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lagu ini menjadi cara untuk mengekspresikan keresahan yang mungkin juga dirasakan banyak orang.
Dari sisi musikalitas, SUNDANIS tetap mempertahankan ciri khasnya dengan menghadirkan sentuhan musik Indonesia. Dalam aransemen ‘Cape Deh’, ia menyisipkan permainan kendang Sunda yang dipadukan dengan beat modern agar tetap relevan dengan selera pendengar masa kini.
Perpaduan tersebut menjadi identitas yang ingin terus dibawa dalam setiap karya SUNDANIS.
Menurutnya, lagu ini akan sangat relate bagi siapa saja yang pernah bertemu dengan orang yang “tong kosong nyaring bunyinya”: banyak bicara, tetapi minim isi dan bukti.
Melalui lagu ini, ia berharap para pendengar merasa bahwa suara hati mereka terwakili.
“‘Cape Deh’ saya dedikasikan buat siapa pun yang pernah merasa lelah menghadapi orang yang banyak bicara tapi minim tindakan. Semoga lagu ini bisa mewakili suara hati kalian, sekaligus mengingatkan bahwa tindakan selalu lebih berarti daripada sekadar omongan,” ujar SUNDANIS.
SUNDANIS Tampil di Sebuah Festival Musik di Jepang Bernama YUMEMURA DAYO pada 18 JulI 2026 dan SUNDANIS akan membawa single CAPE DEH pertama kali di festival musik bergengsi tersebut.
Tak hanya aktif manggung, Sundanis juga telah menghasilkan sejumlah karya kolaborasi bersama musisi Jepang seperti.
Beberapa single yang lahir dari kolaborasi tersebut antara lain bersama Stillichimiy dalam single Sunrise, Mending Jomblo feat Yungyu & 819, dan Hareudang yang di produseri oleh Young G yang memadukan unsur tradisonal Jepang dengan penyanyi minyo original.
Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi bukti jika musik tradisional dan budaya Sunda yang diusung Sundanis mampu diterima oleh pendengar internasional, khususnya di Jepang
Perilisan ‘Cape Deh’ juga menjadi bagian dari langkah besar yang tengah dipersiapkan SUNDANIS.
Ke depan, ia telah menyiapkan sejumlah materi baru, termasuk beberapa proyek kolaborasi bersama musisi dari Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Vietnam.
Dengan hadirnya ‘Cape Deh’, SUNDANIS berharap musiknya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi karya yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Simak single terbaru SUNDANIS bertajuk ‘Cape Deh’ di seluruh digital streaming platform di Indonesia. (Sobri)







