Nusantara

Wajah Baru Koperasi Kita: DEKOPIN Ajak Gen Z dengan Pendekatan Inovasi Digital dan Kreatif

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) melakukan transformasi besar-besaran libatkan generasi muda_gen z

ZETIZENS.id – Koperasi tidak lagi identik dengan kesan kaku, kuno, atau bersifat konvensional. Di bawah semangat baru “Kebangkitan Total”, Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) kini tengah melakukan transformasi besar-besaran dengan menjadikan generasi muda—khususnya Gen Z—sebagai pilar utama regenerasi ekonomi nasional.

​Sekretaris Jenderal DEKOPIN, Gilang Widya, menegaskan bahwa masa depan koperasi Indonesia berada sepenuhnya di tangan generasi muda. Oleh sebab itu, DEKOPIN secara agresif mengadopsi pendekatan yang lebih modern, digital, dan relevan dengan mengubah stigma menjadi gaya hidup keren.

​DEKOPIN menyadari bahwa tantangan terbesar koperasi saat ini adalah stigma sebagai organisasi ekonomi “kecil” dan “tertinggal”. Menjawab hal tersebut, Gilang Widya memastikan DEKOPIN sedang mengubah narasi tersebut melalui pembuktian nyata.

​”Kami ingin menghapus persepsi lama. Koperasi adalah wadah kolaborasi ekonomi yang paling keren, adaptif, dan mampu bersaing di kancah global jika dikelola dengan cara yang tepat,” ujar Gilang dalam siaran tertulis yang Zetizen tetima pada Jumat (17/7/2026).

​Sebagai bentuk konkret modernisasi, pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, di Jakarta pada (12/7) lalu, DEKOPIN menghadirkan booth khusus Koperasi Gen Z.

Ruang kreatif ini menampilkan berbagai inovasi bisnis digital dan produk kreatif hasil karya anak muda, membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi inkubator bisnis yang mumpuni bagi generasi melek teknologi.

​Koperasi Berbasis Digital dan Global

​Modernisasi yang diusung DEKOPIN bukan sekadar jargon. Gilang menekankan bahwa kolaborasi digital menjadi kunci utama agar koperasi tetap relevan dengan arus perubahan zaman.

Dengan memanfaatkan teknologi, koperasi diharapkan mampu menjadi ekosistem yang memudahkan anak muda untuk berkolaborasi, berinvestasi, dan membangun jaringan bisnis.

​Langkah ini juga selaras dengan optimisme pemerintah dalam memperkuat ekonomi akar rumput. Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menekankan bahwa koperasi adalah kekuatan besar, layaknya sapu lidi yang tak terpatahkan jika bersatu. DEKOPIN menerjemahkan filosofi “sapu lidi” ini ke dalam bahasa Gen Z: kolaborasi dan komunitas yang solid dalam ekosistem digital.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi.

​Untuk mendukung terwujudnya koperasi baru dan keren, upaya DEKOPIN dalam menggaet anak muda mendapat dukungan strategis dari berbagai pihak, mulai dari jajaran kabinet hingga korporasi besar seperti Bank Mandiri, BSI, BRI, hingga Pertamina. Sinergi ini diharapkan menjadi jembatan bagi inovasi kreatif anak muda untuk mendapatkan dukungan permodalan dan akses pasar yang lebih luas.

​”Kami mengajak Gen Z untuk tidak ragu bergabung. Koperasi hari ini adalah tentang kreativitas, teknologi, dan keberlanjutan. Bersama-sama, kita buktikan bahwa koperasi adalah motor utama ekonomi yang modern dan berdaya saing global,” tutup Gilang Widya.

​Dengan dukungan payung hukum baru melalui Undang-Undang Perkoperasian yang akan disahkan tahun ini, DEKOPIN optimistis bahwa gelombang modernisasi ini akan menjadikan koperasi sebagai magnet utama ekonomi nasional bagi generasi penerus bangsa. (*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id