Life Style

Eco Echo Trail Run 2026 Kembali Digelar, Kali Ini Ajak Pelari Selamatkan Ruang Hidup Gajah Sumatera

Bukan sekadar ajang olahraga lari biasa, trail run tahunan WWF x Salingjaga (Kitabisa.com) ini jadi movement

ZETIZENS.id – Tren berlari di lintas alam atau trail run belakangan ini tengah naik daun di kalangan para pegiat olahraga lari. Bukan cuma sekadar cari tantangan trek baru yang memicu adrenalin, tapi berlari di alam terbuka bakal jauh lebih seru apalagi kalau ada misi dan tujuan tertentu.
​Memenuhi antusiasme tersebut, WWF-Indonesia berkolaborasi dengan SalingJaga (Kitabisa) kembali mengajak para runners untuk ikut kegiatan trail tun lewat event “Eco Echo Trail Run 2026”. Bukan sekadar ajang olahraga lari biasa, trail run tahunan WWF x Salingjaga (Kitabisa.com) ini tengah menjadi gerakan nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan satwa liar di Indonesia.
“Jika tahun sebelumnya, sekitar 500 pelari diajak menyelamatkan kelestarian badak Jawa, tahun ini dengan mengangkat tema ‘Every Step Echoes Conservation’, kami mengajak pelari untuk ikut sadar bahwa
sedang ada masalah konservasi paska bencana di Aceh, untuk itu lewat kegiatan lari di alam ini spesifik kami mengajak runner untuk ikutan menjaga ruang hidup dan populasi Gajah di Sumatera,” ujar Adjiputra Wisetya Head of Patnership & Growth Yayasan WWF Indonesia saat menggelar acara media gathering di Neo Atrium Central Park Mall 2, Jakarta, pada Sabtu (13/6) sore lalu.
Menurut Adji, masyarakat di kota perlu untuk sadar dan mendukung kelestarian gajah, sebab dengan begitu ada saling silang kontribusi pada keberlanjutan sumber daya alam serta kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
Melalui kegiatan Eco Echo Trail Run, WWF-Indonesia ingin menekankan bahwa publik dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui beragam cara. Keseimbangan ekosistem dapat terlihat ketika rumah terakhir Gajah Sumatra dapat terpelihara, yang selaras dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Memang terdengar aneh, lari dan penyelamatan ruang hidup gajah seperti tidak ada kesinambungannya, padahal kalo dipikirkan ulang, kegiatan dukungan untuk pelestarian satu konservasi akan berdampak juga ke seluruh warga bumi,” timpal Rusyda Deli, Direktur People and Growth, WWF-Indonesia di acara yang sama.
Diterangkan Deli, konservasi sejatinya bukan sekadar upaya melindungi spesies yang terancam punah, tetapi bagian dari upaya menjaga sistem penyangga kehidupan yang mendukung kesejahteraan manusia.
“Gajah Sumatra adalah spesies payung yang keberlangsungan hidupnya mencerminkan kesehatan ekosistem hutan Sumatra. Ketika habitatnya terjaga, maka keanekaragaman hayati, sumber air, dan fungsi ekologis yang penting bagi masyarakat juga turut terjaga,” jelasnya lagi.
Eco Echo Trail Run 2026 menghadirkan pendekatan kampanye yang lebih dekat dengan masyarakat melalui olahraga, khususnya berlari yang saat ini semakin
diminati. Dengan menggabungkan gaya hidup aktif dan isu lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat membangun keterlibatan publik yang lebih luas, khususnya pada generasi muda dan komunitas olahraga.
Selain menjadi wadah kampanye, setiap partisipasi dalam Eco Echo Trail Run akan
berkontribusi untuk program konservasi Gajah Sumatra dan upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga keseimbangan ekosistem dapat dilakukan secara inklusif dan kolaboratif, melibatkan berbagai pihak mulai dari komunitas pelari, media massa, organisasi lingkungan, mitra korporasi, hingga masyarakat umum.
“Kami membuat Eco Echo Trail tahun kedua bersama Kitabisa ini agar para pelari bisa merasakan langsung bukan hanya membayangkan bagaimana rute trail yang penuh tantangan tapi ikut jadi bagian yang menikmati alam, terhubung dan dekat dengan alam.
“Dengan menargetkan 1000 peserta lari, mereka yang dari kota/urban akan kembali diajak untuk relate dengan mereka yang hidup di hutan. Nah eco echo trail ini jadi jembatan untuk mereka bisa dekat dengan alam. Kami mendekatkan komunitas dengan alam, membangkitkan kesadaran kondisi alam kita, mendekatkan konservasi ke kehidupan sehari-hari sehingga harapannya kegiatan ini akan menjadi third place untuk kita lebih saling peduli, beraksi dan meningkatkan kesadaran lagi,” ujar Adji lagi.
Dengan rangkaian acara lari dan edukasi kegiatan ini dapat menciptakan gerakan kolektif yang menghubungkan olahraga, gaya hidup sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi satu langkah bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik. Seluruh peserta acara dapat meninjau laporan dampak sosial dari kontribusi mereka melalui beyondthegame.id, sebuah platform olahraga berbasis amal (charity).
Acara pun diharapkan mrnjadi “echo” baru bagi para pelari untuk ikut menggaungkan pesan menjaga ekologi kita. Melalui kegiatan ini, WWF-Indonesia dan SalingJaga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam upaya melindungi gajah Sumatra dan mendukung pemulihan Lanskap Peusangan di Aceh, Sumatra.
“Setiap langkah yang diambil peserta bukan sekadar perjalanan menuju garis finish, tetapi juga kontribusi nyata untuk menyuarakan pentingnya pelestarian habitat Gajah Sumatra,” pungkas Rusyda Deli lagi.
Pendaftaran Eco Echo Trail Run 2026 masih dibuka dengan harga tiekt mulai dari Rp 270 ribuan sudah dengan donasi dan asuransi dari Salingjaga. Kegiatan lari di alam ini akan diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
(*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

zetizens.id