Ibu-ibu Desa Pelawad Mandiri Antusias Ikuti Penyuluhan Hidroponik, Wujudkan Panen Cantik dari Rumah Sendiri

ZETIZENS.ID – Suasana pagi yang cerah di Desa Pelawad Mandiri, Minggu (31/5/2026), menjadi latar semangat 15 ibu rumah tangga yang berkumpul di kediaman Ibu RT Desty Eka Putri Sari mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan yang bertajuk Penyuluhan dan Praktik Penanaman Hidroponik Tanaman Cabai dan Pakcoy sebagai Bentuk Ketahanan Pangan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap ketersediaan pangan sehat tidak harus dimulai dari lahan yang luas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan dua sambutan penting.
Sambutan pertama disampaikan oleh Rachmah Fadilah yang mewakili mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa selaku tim penyelenggara.
Ia menegaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian akademisi terhadap kondisi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, khususnya di tengah tantangan lahan pertanian yang kian menyempit dan harga pangan yang tidak menentu.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Desty Eka Putri Sari selaku Ibu RT yang dengan hangat menyambut inisiatif ini.
Beliau mengungkapkan harapannya agar ilmu yang diperoleh pada hari itu dapat langsung dipraktikkan oleh warga sehingga nantinya warga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran secara langsung dalam bertanam dengan cara hidroponik.
Salah satu keunikan kegiatan ini adalah penerapan metode evaluasi dua arah. Sebelum materi disampaikan, para peserta terlebih dahulu mengisi lembar pre-test guna mengukur sejauh mana pengetahuan awal mereka tentang hidroponik.
Hasilnya menjadi acuan tim mahasiswa dalam menyesuaikan kedalaman materi yang akan disampaikan.
Sesi penyuluhan kemudian memaparkan berbagai aspek hidroponik, mulai dari isu ketahanan pangan di Indonesia, definisi dan konsep dasar hidroponik, jenis-jenis sistem hidroponik, hingga langkah-langkah praktis membangun sistem sumbu (wick system) menggunakan botol plastik bekas.
Metode ini sengaja dipilih karena paling sederhana, murah, dan mudah diterapkan di rumah tanpa memerlukan peralatan mahal.
Usai sesi materi, peserta kembali mengisi lembar post-test. Perbandingan antara kedua hasil tes tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta sebuah indikator keberhasilan penyuluhan yang menggembirakan dan menjadi modal kuat menuju Panen Cantik pertama mereka.
Sesi yang paling hidup ternyata adalah sesi diskusi. Para ibu tampak tidak sungkan untuk bersuara. Mereka aktif bertanya, merespons, bahkan berbagi cerita dari pengalaman pribadi.
Beberapa peserta yang pernah mencoba menanam secara sederhana di rumah dengan antusias menceritakan kendala yang pernah mereka hadapi, dan mendapat solusi langsung dari tim mahasiswa.
Keterbukaan ini menciptakan atmosfer belajar yang hangat, dua arah, dan jauh dari kesan formal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebelum acara resmi diakhiri. Para peserta pulang membawa tidak hanya pengetahuan baru, tetapi juga semangat membara untuk segera mewujudkan Panen Cantik di rumah masing-masing dengan membawa satu sumbu yang sudah terisi bibit cabai dan pakcoy
Sejumlah peserta menyampaikan kesan dan pesan mereka atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ibu Maisaroh bilang, “Alhamdulillah, bisa mengetahui tata cara tanam dengan hidroponik. Sebelumnya ibu ga bisa, sekarang jadi bisa.”
Ibu Tini bilang, “Alhamdulillah. Pertama, kita dapat ilmu. Kedua, dikasih bibit. Pokoknya kita bisa memadukan dengan praktik menanam dan pengalaman dari kaka-kaka.”
Ibu Saadah, “Insya Allah memiliki minat untuk menanam dengan sistem hidroponik. Terima kasih banyak sudah mengadakan kegiatan ini, sangat membantu. Semoga adek-adek sukses. Insya Allah ibu-ibu di sini bisa mengikuti pendapat adek-adek.”
Antusiasme dan respons positif yang mengalir dari para peserta menjadi bukti bahwa masyarakat sesungguhnya haus akan pengetahuan praktis yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Program seperti ini, yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat, niscaya perlu terus digalakkan dan diperluas jangkauannya agar semakin banyak ibu-ibu di seluruh penjuru desa turut merasakan manisnya Panen Cantik dari tanaman hidroponik mereka sendiri. (Zee)







