Ghiant Nur Afni, Runner-up 1 Zetizens Icon Girl 2026
Si Dancer yang Menolak Diam untuk Terus Beraksi

ZETIZENS.ID – Sekreatif apapun kata-kata motivasi, tidak akan mengubah jika hanya diam tanpa sebuah aksi. Itulah motto hidup Ghiant Nur Afni, runner-up 1 Zetizens Icon Gitl 2026.
Saat terpilih menjadi juara 2 pada ajang pemilihan Duta Gen Z, siswi SMAN 1 Kramatwatu ini mengaku, gak nyangka bisa terpilih.
“Saya merasa, pemikiran saya ga seluas orang lain,” tutur Gen Z yang hobi nari, akting, modeling, dan rajut ini.
Alumni SD Negeri Kamasan dan SMPN 4 Kramatwatu ini menorehkan berbagai prestasi. Seperti rengking 1 dari kelas 1-6 SD. Saat SMP, rengking itu sempat menurun. Di kelas 7 meraih rengking 2 atau 3. Saat kelas 8 menurun menjadi rengking keempat.
“Kelas 9 alhamdulillah balik lagi ke rengking 1 lagi,” jelas Ghiant.
Nari, akting, modeling, dan rajut adalah hobi Ghiant. Ia menari dari SD, tapi saat itu baru mulai yang tradisional.
“Pas SMP coba cobain yang modern. Di situ jadi kayak suka nari gitu,” kata Ghiant.
Untuk modeling, saat SD ia sudah sempat ikut. Tapi sekedar lomba tanpa pengetahuan tanpa bekal. Namun ia pernah meraih juara harapan 2 di Mambruk tahun 2024.
Hobi lainnya yakni rajut, ia tekuni kalau lagi gabut aja. “Kakak suka ngerajut trus suka ngajarin, dari situ kayak oh seru ya,” jelasnya.
Di SMA, Ghiant tidak hanya belajar di kelas tapi juga berorganisasi. Ia adalah Wakil Ketua MPK. Ia juga mengikuti ekskul tari dan PMR.
“Kalau untuk tari, aku belajar tari merak dan tari walijamaliha. Kalau yang modern, aku belajar dance Baby Monster yang Better Up dan Boy. Kalau yang Indonesia, aku belajar dance JKT48 yang Heavy Rotation,” cerita Ghiant.
Ghiant dan Zetizens
Saat grand final Zetizens Icon 2026, Ghiant menampilkan dance cover. Sampai akhirnya Gen Z yang pernah menekuni lomba fashion show, lomba TAPI season 11, OSIS SMPN 4 Kramatwatu dsn Pramuka ini dinyatakan sebagai juara 2
Cerita sebelumnya, ternyata Ghiant pada awalnya gak tertarik ikut kompetisi ini loh. Saat melihat flyer pemilihan Zetizens Icon 2026 yang dikirim OSIS di saluran mereka, saat itu ia hanya berpikir, “Apa sih ini?” dan yaudah cuma sekedar liat aja.
“Trus ada sosialisasi. Zetizens datang ke sekolah. Sama guru, gak dikasih tau sosialisasi dari mana. Itu dihadiri kelas 11. Tiba-tiba kakak-kakak Zetizens dateng. Trus ada yang kenal gitu yaitu Kak Andit, alumni SMAN 1 Kramatwatu. Kita pernah satu project, MPK sama OSIS kolab gitu. Ada Kak Khalis juga yang ngejelasin tentang Zetizens. Apalagi ada kak agung, pembawaannya enak gitu loh,” tutur Ghiant.
“Saat itu masih belum tertarik, sampe rumah ngepoin di Instagram. Tapi masih belum mau daftar karena masih belum paham, ini nih apa. Trus ada yang nyaranin daftar dulu aja. Pas daftar, udahlah ikutin alurnya,” sambung Ghiant.
Pas teknikal meeting di NYC, awalnya Ghiant ga mau dateng karena abis lomba PMR. Tapi akhirnya tetap dateng walaupun telat.
“Saat audisi, aku nyiapin dance. Itu juga awalnya ga mau dateng. Karena ada lomba lain. Capek juga. Tapi sayang, udah ikut teknikal meeting juga. Yaudah akhirnya dateng. Telat juga tuh,” jelasnya.
Dan akhirnya, perjuangan Ghiant membuahkan hasil. Ia menjadi finalis terbaik kedua yang dinayatakan sebagai juara. Selamat yaaa. (Zee)





