Selendang Mayang, Kostum Nasional Karina Moudy Widodo di Ajang Putri Indonesia 2026

ZETIZENS.ID – Ajang perhelatan pemilihan Putri Indonesia 2026 sudah selesai. Ada banyak momen berkesan. Antara lain kostum nasional selendang mayang yang dikenakan Karina Moudy Widodo, Putri Indonesia DKI Jakarta 3
Kostum nasional unik ini terinspirasi dari kuliner tradisional Indonesia. Kostum iniberbentuk mangkuk besar berisi replika makanan, lengkap dengan hiasan berbentuk jajanan pasar dan ornamen daun pisang.
Laman IDN Times membahas, Karina Moudy kelahiran Klaten 21 Oktober 2005 ini dikenal aktif sebagai konten kreator di Instagram dan TikTok, serta menempuh studi double degree di dua universitas.
Ia kuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan komunikasi massa dan Universitas Islam Sultan Agung jurusan ilmu hukum.
Berprestasi sebagai Wakil 1 Abang None Jakarta 2024 dan Juara 3 Putri Otonomi Indonesia 2023, Karina juga menggagas gerakan Anak Muda Berkarya.
Ajang Kecantikan
Puteri Indonesia merupakan ajang kecantikan nasional yang sudah diadakan selama hampir tiga dekade. Kontes ini juga memilih perwakilan Indonesia yang akan berlaga di ajang kecantikan internasional.
Salah satu finalis Puteri Indonesia 2026 yang mencuri perhatian adalah Karina Moudy. Namanya mungkin sudah tak asing lagi. Sebab, ia cukup aktif sebagai konten kreator di media sosial.
Beauty queen berusia 20 tahun ini juga kerap menjadi MC dan diundang sebagai pembicara.
Karina Moudy adalah salah satu finalis Puteri Indonesia 2026 yang menjadi favorit pageant lovers. Ia dinilai sebagai kandidat ideal untuk mewakili Indonesia di ajang internasional.
Selendang Mayang
Es Selendang Mayang yang replikanya dipakai Karima Moudy merupakan minuman tradisional khas Betawi yang melegenda.
Terbuat dari adonan tepung sagu aren atau hunkue yang dipotong-potong dan disajikan dengan sirup gula merah/aren, santan kental, serta es batu. Minuman ini memiliki tekstur kenyal serta rasa yang manis, gurih, dan menyegarkan.
FYI, kata “Selendang” berasal dari lapisan warna kuenya yang merah, putih, dan hijau menyerupai selendang penari. Sedangkan “Mayang” berarti kenyal dan manis, atau dapat pula dikaitkan dengan mayang (bunga kelapa) yang bermakna keindahan.
Penamaannya juga sering dikaitkan dengan cerita rakyat Betawi tentang Si Jampang dan Mayangsari.
Minuman ini sudah ada sejak abad ke-19 dan sering disajikan saat acara hajatan, Lebaran, atau festival budaya Betawi.
Kue selendang mayang umumnya dibuat dari campuran tepung sagu aren, tepung beras, dan air yang diberi pewarna makanan atau pewarna alami seperti air pandan.
Adonan dimasak hingga mengental, dicetak di loyang, dan didinginkan hingga padat.
Saat disajikan, kue tersebut dipotong tipis-tipis menyerupai selendang, lalu diguyur dengan kuah santan yang dimasak dengan garam, dan diberi tambahan sirup gula (merah atau putih) serta es batu.
Bagi masyarakat Betawi, warna-warni kue selendang mayang tidak hanya sekadar pemanis tampilan. Kombinasi warna merah, putih, dan hijau tersebut melambangkan keberagaman, keharmonisan, serta kesejukan hidup di tengah masyarakat.
Saat ini, pedagang keliling Es Selendang Mayang memang sudah mulai langka. Namun, minuman unik ini masih bisa ditemukan di beberapa pusat jajanan tradisional, kawasan wisata kota tua, atau acara-acara kebudayaan. (Zee)







