Serba-serbi Seba Baduy 2026, Sekitar 1.500 Orang Kanekes Temui Pemerintah

ZETIZENS.ID – Tahun ini Seba Baduy digelar mulai 23 hingga 26 April 2026. Even tahunan masyarakat Kanekes ini mencuri perhatian karena dilakukan turun-temurun.
Tradisi Seba Baduy 2026 diikuti oleh ribuan warga adat Kanekes. Berdasarkan data dari rangkaian acara tersebut, terdapat sekitar 1.552 hingga 2.000 orang masyarakat adat yang turun gunung.
Tradisi yang dilestarikan setiap tahun ini, pada tahun-tahun sebelumnya dilakukan dengan berjalan kaki. Kali ini beberapa menggunakan elf. Kecuali suku Baduy Dalam.
Tradisi awal, orang-orang Kanekes melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki dari pemukiman Warga Kanekes untuk menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah daerah.
Meskipun tahun ini kehadiran suku Baduy Luar dan Dalam yang mengikuti Seba Baduy mencapai hingga 2.000 namun untuk suku Baduy Dalam diikuti oleh sekitar 35 hingga 37 warga yang berjalan kaki tanpa alas kaki dan mematuhi pantangan adat.
Setiap tahun pula, warga Kanekes ini membawa hasil bumi dan diberikan ke Pemerintah Kabur Lebak dan Gubernur Banten.
Ritual menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah yakni upati Lebak dan Gubernur Banten sebagai simbol rasa syukur dan harmonisasi.
Pesan untuk Pemerintah
Pada tradisi Seba Baduy 2026 mengusung tema “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat“. Kepala suku Baduy atau Puun menitipkan dua amanat utama kepada pemerintah.
Yang pertama, pelestarian alam. Mereka meminta pemerintah menindak tegas pencemaran lingkungan, melarang pembuangan limbah ke sungai agar tetap bersih, serta bersama-sama menjaga kelestarian gunung dan hutan.
Kedua, integritas pemimpin. Saat bertemu dan lesehan bareng di Gedung Negara, mereka berpesan agar para pemimpin dan pemangku kebijakan memiliki moral yang baik, jujur, serta pandai memberantas korupsi
Yang mewakili masyarakat adat dalam pertemuan resmi Seba Baduy 2026 adalah Jaro Oom.
FYI, Puun merupakan jabatan tertinggi adat di Baduy. Di daerah sana, dipegang oleh para Puun yang berada di wilayah Tangtu (Baduy Dalam), yaitu Puun Cibeo, Puun Cikartawana, dan Puun Cikeusik. (Zee)







