Tak Sekadar Produsen, Industri Sepatu RI Berpeluang Tembus Pasar Global Lewat MICAM Milano

ZETIZENS.ID — Industri alas kaki Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas dari sekadar pusat produksi global menjadi pemain brand internasional. Salah satu platform strategis yang dapat membuka peluang tersebut adalah MICAM Milano, pameran sepatu terbesar di dunia yang mempertemukan brand, retailer, buyer, distributor, serta pelaku industri footwear dari berbagai negara.
Diselenggarakan dua kali setiap tahun di Fiera Milano Rho, Italia, pada bulan Februari laludan yang akan datang pada tanggal 13-15 September 2026, MICAM Milano telah lamamenjadi barometer penting dalam industri sepatu global. Pada edisi terbarunya, pameran ini menghadirkan sekitar 795 brand internasional dan lebih dari 20.000 pengunjung industri dari lebih dari 130 negara, dengan sekitar 57 persen pengunjung berasal dariluar Italia, menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat networking dan bisnis paling strategis di industri alas kaki dunia.
Selain sepatu, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam industri leather products sepertitas, aksesoris fashion, hingga berbagai produk lifestyle berbahan kulit. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan ekspor produk kulit Indonesia mencapai lebih dari US$1 miliar per tahun, dengan pasar utama di Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, sertanegara-negara Eropa. Ekosistem industri kulit Indonesia juga didukung oleh berbagai sentra kerajinan yang telah berkembang selama puluhan tahun. Daerah seperti Garut di Jawa Barat, Magetan di Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Bali dikenal sebagai pusat produksi leather goods yang menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi dengan teknik craftsmanship tradisional.
Namun demikian, sebagian besar industri alas kaki Indonesia masih berperan sebagai original equipment manufacturer (OEM) bagi brand internasional. Artinya, meskipunproduk dibuat di Indonesia, nilai merek dan positioning global sering kali dimiliki oleh perusahaan asing. Kehadiran dalam platform global seperti MICAM Milano membuka peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk mempelajari bagaimana brand internasional membangun identitasmerek, mengembangkan desain yang relevan dengan tren global, serta memasarkan produkmereka ke pasar internasional.
MICAM Milano juga dikenal sebagai pusat inovasi industri melalui berbagai program seperti MICAM Next yang membahas masa depan retail, teknologi, serta sustainability dalamindustri fashion. Selain itu, pameran ini menghadirkan fashion show dan Trend Buyer’sGuide yang membantu buyer internasional mengidentifikasi brand yang relevan dengan trenpasar global.
Bagi retailer dan buyer Indonesia, MICAM Milano menjadi kesempatan untuk menemukan brand baru dari berbagai negara serta memahami arah trend footwear global yang akanmempengaruhi pasar domestik. Sementara bagi produsen dan brand lokal, partisipasi dalam platform global tersebut dapat membuka akses ke jaringan buyer internasional yang luas sekaligus meningkatkan visibilitas brand Indonesia di pasar global.
Dengan kekuatan manufaktur yang dimiliki serta potensi besar dalam industri leather goods, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum ini guna mempercepat transformasi industri alas kaki nasional. Dari sekadar pusat produksi global, Indonesia memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain brand global yang menghadirkan produk footwear dan leather goods dengan identitas kuat di pasar internasional.
(Sarah)







