Life Style

Mantra Angin Rilis Single Sampai Gelap Mengepung

ZETIZENS.ID – Mantra Angin, unit musik sadcore/folk asal Jakarta, resmi memulai perjalanannya dengan merilis single perdana bertajuk “Sampai Gelap Mengepung” pada 4 Maret 2026.

Lagu ini menjadi pijakan awal atas arah musik dan gagasan yang ingin mereka usung ke depan—sebuah ruang penyerahan diri di tengah ketidakpastian, baik itu musim, pekerjaan, negara, maupun diri sendiri.

Terbentuk pada Agustus 2025, band ini lahir dari dorongan untuk merespons kegelisahan yang terasa dekat dengan keseharian, menjadikan musik sebagai medium mencari jalan keluar, atau sekadar tempat istirahat dari hiruk-pikuk yang tak menentu.

Mantra Angin beranggotakan Huda R Alam (vokal, gitar akustik, penulis lagu), Genevieve Ribka Wowor (vokal), Fernando Oktora (bass), dan M. Iqbal (piano). Keempatnya membangun fondasi folk yang intim dengan aransemen minimalis—gitar akustik sebagai tulang punggung melodi, permainan bas yang tertahan namun menghanyutkan, sentuhan piano yang menciptakan ruang, serta harmoni vokal ganda yang saling berkelindan.

Pada perjumpaan pertama, nama Mantra Angin mungkin membayangkan sesuatu yang abstrak, namun ketika tombol play ditekan, satu hal menjadi jelas: musik mereka berbicara lebih lantang, mewarisi tradisi slowcore dan sadcore 1990-an ala Bedhead, Low, dan Mojave 3—meyakini bahwa ruang dan keheningan dapat berbicara sekeras distorsi, dan tempo yang lambat justru memberi bobot lebih pada setiap kata yang dilantunkan.

Secara konseptual, “Sampai Gelap Mengepung” terinspirasi dari suasana distopia—gambaran tentang dunia yang terasa menekan, repetitif, dan penuh ketidakpastian.

Lagu ini menjadi tempat berusaha melupakan mimpi, melupakan ketakutan dari berbagai bentuk yang menggebu, hingga pada akhirnya Mantra Angin sendiri bisa menjadi mimpi sekaligus ketakutan yang dimaksud.

Proses kreatifnya memakan waktu lima bulan, dikerjakan di sela kesibukan personel, dengan Adi Alam sebagai produser yang karib dengan pendekatan folk dan diberi kepercayaan membentuk karakter bunyi hingga menemukan identitas awal Mantra Angin.

Dari sisi musikal, single ini juga menunjukkan pendalaman yang matang. Dinamika terasa konsisten dengan aransemen minimalis yang justru menghadirkan pengalaman mendengarkan kontemplatif. Setiap personel hadir utuh, bukan sekadar pengisi instrumen. Single ini telah tersedia di seluruh DSP sejak 4 Maret 2026. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id