Edu

Sakinah, Santri Pondok Pesantren Al Mizan Putri 2 Pandeglang Diedukasi Literasi Keuangan Syariah

ZETIZENS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten menggelar Sakinah (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) di Pondok Pesantren Al-Mizan Putri 2 Pandeglang, Banten pada Kamis, 5 Maret 2026.

Sekitar 200 santri putri kelas 9 SMP dan 11 serta 12 SMA mendapatkan edukasi keuangan syariah dari OJK juga Bursa Efek Indonesia dan Bank Banten.

Pemimpin Ponpes Al-Mizan Putri 2 Pandeglang yang diwakili oleh Ahmad Ghiyats Fawwaz, M.A sebagai Wakil Pimpinan Ponpes Modern Al-Mizan saat sambutan mengatakan, di zaman ini, literasi digital dan keuangan penting untuk diketahui generasi muda.

“Sekarang, para santri memiliki uang dari orangtua. Nanti, one day saat memiliki uang sendiri, bisa mengatur sendiri. Melalui Sakinah ini diajari tentang literasi keuangan syariah. Kami dari Pondok Pesantren Al-Mizan berterima kasih sekali pada semua pihak yang menyelenggarakan kegiatan pada siang ini. Kami bersyukur bisa didatangi oleh tim OJK, Bursa Efek Indonesia, dan Bank Indonesia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Ponpes Al-Mizan sudah tidak asing dengan lembaga keuangan karena dengan Bank Indonesia sudah kerjasama cukup lama.

“Al-Mizan termasuk salah satu pilot project ekonomi pesantren yang dibuat oleh Bank Indonesia. Jadi kita punya usaha bakery, tahun lalu dapat bantuan senilai hampir Rp80 juta untuk mesin pembuat roti,” lanjutnya.

Kepala OJK Provinsi Banten yapng diwakili Asisten Direktur Divisi PEPK, Keuangan Daerah dan LMST Rija Fathur Bari saat sambutan menyampaikan terima kasih karena OJK Provinsi Banten sudah diberi kesempatan untuk bisa sharing dan menyebarkan pengetahuan keuangan syariah pada program Sakinah.

“Ini merupakan upaya dari lembaga jasa keuangan untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda supaya mendapatkan pemahaman keuangan sesuai prinsip syariah,” jelasnya.

Ia memaparkan, pada 2025 tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia mencapai 53,42%, sedangkan tingkat inklusi keuangannya itu di 13,41%.

Itu artinya kata dia, data tersebut menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat namun pengetahuan tentang ini masih perlu terus diperluasm

Ternyata menurutnya, produk keuangan syariah ini sebenarnya sudah banyak tapi jarang dimanfaatkan.

“Nah kita mulai dari pesantren, kita berikan pemahaman kepada teman-teman semua agar dapat memanfaatkan produk-produk keuangan syariah agar dapat membawa berkah,” jelasnya.

Pada sesi pemaparan materi, pengenalan keuangan syariah dan pengelolaan keuangan bagi santri dijelaskan oleh Riyanti dari OJK Banten.

Pemaparan materi transaksi keuangan yang aman bagi generasi muda oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten dipaparkan oleh Miftahul Jannah.

Sedangkan pemaparan materi pengenalan investasi syariah oleh Bursa Efek Indonesia Perwakilan Banten.

Setelah diskusi tanya jawab dan kuis, kegiatan Sakinah ini ditutup pukul 16.30 WIB. (Hilal)

Hilal Ahmad

Gen Z Enthusiast yang suka menulis apa pun dan bertualang ke mana pun!

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id