Life Style

Syifah Mahira Merilis Lagu Menembus Hati “Jerih Penat”, Harapan Sederhana Agar Menepi Sesaat

ZETIZENS.ID – Industri musik tanah air kedatangan satu lagi pendatang baru. Namanya Syifa Mahirah. Usianya 23 tahun. Dan single debutnya berjudul “Jerih Penat” bukan sekadar lagu perkenalan, ini adalah pengakuan yang jujur.

Sebelum bertanya siapa Syifa Mahirah? Coba dengarkan dulu apa yang ia katakan.

“Rehatlah, sejenakKuharap kau rehat sejenak Sambutlah bahagia Tak perlu merasa kau sendiri… Tidak ada drama berlebihan. Tidak ada upaya mengejar tren. “Jerih Penat” hadir dari sesuatu yang jauh lebih kuat, yaitu ketulusan.

Lagu ini ditulis dan dikomposisikan sepenuhnya oleh Syifa sendiri. Lahir dari pengalaman yang sangat personal, ia mendedikasikan lagu ini untuk sang ibu yang senantiasa berjuang serta bekerja sangat keras demi keluarganya.

Sebagai anak, ia pernah merasakan sepi. Sebagai manusia yang tumbuh dewasa, ia memahami pengorbanan.

“Jerih Penat” adalah cara seorang Syifa berkata: Aku melihat perjuanganmu. Aku mengerti. Kau tak harus memikul semuanya sendiri.

Namun kekuatan lagu ini tidak berhenti pada sosok ibu. Liriknya terbuka. Universal. Setiap katanya seakan berbicara pada setiap orang yang pernah menyaksikan cinta bekerja dalam diam.

Seorang ayah yang berangkat sebelum matahari terbit. Pasangan yang bekerja demi buah hatinya. Mereka yang terus melawan lelah tanpa banyak bersuara.

Di situlah “Jerih Penat” menemukan ruangnya, sebagai soundtrack bagi mereka yang berjuang atas nama cinta.

Lahir di Makassar, 28 November 2002, Syifa Mahirah tumbuh bersama musik. Ia sudah bernyanyi sejak usianya tiga tahun. Beragam instrumen musik menjadi teman sekaligus bagian dari kesehariannya. Menariknya, ia sempat menempuh pendidikan teknik sipil. Dunia yang penuh hitungan, struktur, danpresisi. Namun musik selalu merupakan tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri.

Syifa dikenal sebagai pribadi yang perfeksionis dalam berkarya dan “Jerih Penat” merupakan single perdana sekaligus pernyataan betapa pentingnya musik dalam hidupnya.

Pesan dalam Lagu Secara musikal, Semua terasa pada tempatnya. “Jerih Penat” dibalut aransemen yang hangat dan sederhana. Tidak ada yang berlebihan. Pengulangan lirik “Rehatlah, sejenak” bukan hanya bagian dari chorus, bagian ini hampir terdengar seperti doa.

Seperti harapan. Seperti kalimat yang seringkali ingin kita ucapkan, tapi selalu berakhir hanya sebagai angan-angan. Di saat dunia memuja produktivitas dan menganggap lelah sebagai bukti keberhasilan, Syifa Mahirah datang dengan pesan berbeda: Berhenti sejenak bukan berarti menyerah.

“Jerih Penat” sudah dapat didengarkan via seluruh platform streaming digital. Jika lagu ini mengingatkan kamu pada seseorang, tak ada salahnya mengirimkannya untuk ia dengar. Mungkin selama ini kamu juga ingin bilang,

“Aku mengerti perjuanganmu, tak apa jika kau rehat sejenak,” dan semoga lagu ini bisa menyampaikan apa yang kamu rasakan,” ungkapnya. (Sobri) 

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id