Pemerintah Korea Selatan Minta Knetz Bijak Bersosmed

ZETIZENS.ID – Buntut dari Knetz alias Korea Selatan netizen yang rasis di media sosial terhadap netizen ASEAN alias SEAblings, membuat Pemerintah Korea Selatan turun tangan.
Melihat sentimen negatif yang terus bergema, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pun memberikan pernyataan resmi terkait fenomena ini.
Laman Hops.ID membahas, oerseteruan antara netizen Asia Tenggara (SEAblings) dan netizen Korea Selatan (KNetz) memasuki babak baru.
Setelah aksi boikot drakor dan produk K-Beauty ramai di Indonesia hingga Thailand, Pemerintah Korea Selatan turun tangan guna meredam ketegangan diplomatik dan ekonomi.
Selain itu, sebuah insiden mengejutkan terjadi, KNetz yang sebelumnya dituding rasis terhadap warga Asia Tenggara kini dilaporkan menjadi korban rasisme saat berada di Eropa.
Selain itu, data menunjukkan penurunan drastis angka kunjungan wisatawan asal Asia Tenggara serta pembatalan sejumlah acara fan-meeting artis K-Pop di sejumlah negara.
“Kami sangat menyesalkan ketegangan yang terjadi di ruang digital. Asia Tenggara adalah mitra strategis dan sahabat bagi kebudayaan Korea. Kami menghimbau warga kami untuk lebih bijak dan menghormati keberagaman budaya dalam berinteraksi di media sosial,” ungkap perwakilan kementerian dalam sebuah rilis resmi di Seoul, dikutip Hops.ID pada Jumat, 20 Februari 2026.
Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran akan hilangnya pasar Hallyu Wave terbesar di dunia yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Korea Selatan.
Eropa
Imbas menghina dengan rasis terhadap SEAblings, jagat media sosial X kembali heboh dengan unggahan viral yang menunjukkan sekelompok turis dan warga Korea Selatan mendapatkan perlakuan diskriminatif di sejumlah kota besar Eropa.
Tak sedikit menyebut kejadian ini sebagai “karma” setelah KNetz merendahkan masyarakat Asia Tenggara atau SEAblings.
Perlakuan rasis di Eropa kepada warga Korea tersebut yakni diolok-olok karena fisik dan bahasa mereka di ruang publik oleh warga lokal Eropa.
Reaksi SEAblings pun meramaikan jagat maya dengan merespons memakai tagar #KarmaIsReal, mengingatkan KNetz bahwa di mata global, rasisme bisa berbalik kepada siapa saja.
Perseteruan ini SEAblings vs Knetz ini bukan sekadar perang dunia maya tetapi berdampak besar terhadap industri drakor yang mulai merasakan imbas nyata.
Rating drakor anjlok yang biasanya populer di platform streaming wilayah Asia Tenggara kini alami penurunan jumlah penonton secara signifikan.
Di samping itu, sejumlah produk lokal Indonesia dan Thailand mulai mempertimbangkan untuk menghentikan kerja sama dengan brand ambassador asal Korea apabila situasi terus memanas.
Perang dingin digital ini menjadi bukti bahwa kekuatan kolektif SEAblings tidak bisa diremehkan. Kini, publik menantikan permintaan maaf resmi dari pemerintah Korea Selatan dan Knetz.
Selanjutnya apa ya? Kita tunggu episode terbaru ya. (Zee)







