Life Style

Demi Kurangi Jumlah Generasi Sandwich di RI, PRUMapan Meluncur Khusus untuk Gen Z

ZETIZENS.ID – Tahukah kamu, sebanyak 41 juta orang di Indonesia terdeteksi masuk dalam kategori generasi sandwich, menurut hasil survei YouGov pada 2024 silam. Data tersebut menunjukkan bahwa beban finansial ganda alias ekonomi terjepit—yakni menanggung biaya hidup sendiri, generasi di atasnya (orang tua) sekaligus generasi di bawah (anak atau adik)—telah menjadi realitas mayoritas penduduk usia produktif kita saat ini.

Menurut data yang sama, disebutkan diantaranya 53 persen kaum Milenial dan 26 persen Gen Z menanggung beban keuangan yang terjepit ini.

“Artinya banyak lho gen z yang punya tanggung jawab besar di keluarga, membiaya diri sendiri, orangtua, adik-adiknya atau bagi millenial yang sudah menikah ada tanggungan tambahan juga seperti mertua dan anak-anaknya. Menjawab tantangan ini, kami Prudential berupaya mengurangi atau setidaknya membantu generasi sandwich bisa lebih mengembangkan masa depan mereka menjadi lebih terjamin dan punya finansial yang lebih baik ke depannya dengan meluncurkan produk asuransi jiwa terbaru kami, PruMapan,” ujar Karin Zulkarnain selaku Chief Customer & Marketing Officer, Prudential Indonesia di acara peluncuran, Rabu (25/2/2026) kemarin.

Dikatakan Karin, PRUMapan adalah asuransi jiwa tradisional dengan Manfaat Dana Mapan yang dirancang untuk membantu generasi Milenial dan Gen Z menyiapkan perencanaan keuangan jangka panjang secara terjangkau, fleksibel,
dan mudah diakses.

Lewat PRUMapan, Prudential Indonesia berharap dapat mendukung anak muda Indonesia mewujudkan masa depan yang #MapanTerkendali sekaligus mengurangi risiko terjebak dalam siklus generasi sandwich.

“Pertanyaan ini yang terus menerus dipikirkan tim Prudential, apa benar gen Z sudah harus mikir ke jauh untuk masa depan? Sementara Gen z digambarkan sebagai kaum yang spontan, fleksibilitas dan hidup serba now, kami merancang sesuai kebutuhan dan gaya hidup mereka,” ujarnya.

Yolanda Yasinta, Chief Strategy & Transformation Officer Prudential Indonesia menambahkan, secara literasi saat ini 91 persen anak muda percaya bahwa asuransi adalah hal yang esensial untuk bisa melindungi mereka dan keluarga dari kejadian yang tak terduga.

“Flexibel itu penting, produk kami punya nilai itu, dirancang untuk kemandirian finansial anak muda. PRUMapan punya 7 keunggulan, diantarahya dana mapan dijamin (return 3-4 persen), fleksibilitas dana mapan yang manfaatnya bisa dipercepat, punya pilihan pembiayaan fleksibel, dan boleh melakukan peningkatan dana mapam di awal lebih besar untuk modal usaha, disertai perlindungan jiwa, mudah buka polis tanpa MCU dan terjangkau premi berkalanya,” jelasnya.

Dengan premi mulai dari Rp200 ribuan perbulan, dikatakan Yolanda, produk asuransi PRUMapan hadir sebagai solusi finansial jangka panjang bagi Milenial dan Gen Z untuk bantu memutus rantai generasi sandwich.

Reza Nurhilman, Young Entrepreneur dan Founder Maicih, mengaku kebebasan finansial itu harus diambil selagi usia muda. Ia mencontohkan dirinya yang telah memulai bisnis keripik pedas Maicih sejak usia 21 tahun.

“Awal mulanya kenapa tercetus ide jualan keripik pedas ya, tujuan awalnya mau mandiri secara finansial. Saya mulai kelas 3 SMA udah mulai dengan clothing, bikin jaket-jaket angkatan, tshirt kelas, dari situ jiwa marketing mulai terasah. Kalo bisnis Maicih saya memulainya saat saya kuliah, lagi mau makan pedas di bulan puasa, kepikiran saya mau jadi reseller buat teman-teman kampus, saudara, tetangga dan empat bulan jalan, banyak orderan bahkan 7 bulan lewat saya udah dapet omset miliaran.

“Saya yang masih di kampus akhirnya harus fokus ke bisnis ini hingga sekarang. Modal awal dari Rp 2 juta tanpa perencaaan keuangan matang karena autodidak saja.
Sebagai wirausaha muda, saya pun belajar bahwa membangun mimpi tidak cukup hanya dengan keberanian dan kerja keras, tetapi juga kesiapan finansial sejak awal. Ketika bisnis mulai tumbuh, risiko ikut membesar, dan tanpa perencanaan serta perlindungan yang tepat, satu kejadian tak terduga bisa menghambat mimpi yang sudah dibangun. Karena itu, memiliki proteksi dan perencanaan jangka panjang sejak dini menjadi bagian penting agar kita bisa fokus mengembangkan usaha dan tetap melangkah dengan percaya diri.” jelasnya.

Namun sebagai inspirasi, Reza mengajak anak muda untuk mau memulainya sekarang. “Waktu bikin bisnis keripik pedas ini saya nggak banyak mikir. Nggak pusing mikirin apakah bergengsi jualan keripik, ah saya cuek aja saya berjualan produk orang lain selama itu halal, saya lakukan. Nanti dari sana saya belajar diversifikasi.

Saya memberikan nyawa pada brand keripik sendiri. Hadir dengan wajah yang fresh dan pemasaran online, dulu hashtag di twitter ramai, melibatkan emosional dengan leveling pedas kami yang jadi tren. Dan kami terus mengemas makanan sederhana ini jadi seru-seruan,” tambahnya. (*)

Al Sobri

Senang menyapa meski kadang nggak balik disapa. Suka berlari meski kadang nggak dapat medali. Journalist.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id