Prosopagnosia di Drakor The Secret Life of My Secretary, Tidak Bisa Mengenali Wajah

ZETIZENS.ID – Kalau kamu pernah menonton drakor alias drama Korea berjudul The Secret Life of My Secretary, pasti familiar sama penyakit ini. Prosopagnosia.
Prosopagnosia atau kebutaan wajah, adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengenali, membedakan, atau mengingat wajah orang lain, termasuk keluarga, teman, bahkan diri sendiri di cermin.
Kondisi ini bukan karena gangguan penglihatan, melainkan kerusakan otak atau bawaan. Penderita biasanya menggunakan isyarat lain seperti suara, gaya rambut, pakaian untuk mengenali orang.
Penyebabnya dapat berupa kongenital atau bawaan lahir/genetik atau didapat karena kibat stroke, cedera otak, atau penyakit neurodegeneratif.
Gejalanya biasanya kesulitan mengenali wajah teman/keluarga, kesulitan membedakan wajah baru, dan terkadang kesulitan mengenali diri sendiri di foto.
Ini membuat penderita sering mengalami kecemasan sosial dan kesulitan bersosialisasi.
Konon kabarnya, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkannya, namun pasien dapat diajarkan strategi kompensasi untuk mengenali orang melalui ciri khas lain.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan kerusakan pada area otak yang disebut fusiform gyrus.
Do Min-ik
Dalam drama Korea The Secret Life of My Secretary (2019), karakter utama pria, Do Min-ik (diperankan Kim Young-kwang), menderita prosopagnosia atau buta wajah.
Gangguan ini terjadi setelah ia mengalami serangan fisik, membuatnya tidak bisa mengenali wajah orang lain, termasuk wajahnya sendiri di cermin, kecuali sekretarisnya, Jung Gal-hee.
Do Min-ik didiagnosa menderita prosopagnosia setelah dipukul di kepala, menyebabkan kerusakan fungsi pengenalan wajah pada otaknya.
Ia melihat wajah orang lain seperti kabur, datar, atau berubah-ubah, yang mengganggu kehidupan profesionalnya sebagai direktur media.
Uniknya, Do Min-ik hanya bisa mengenali wajah sekretarisnya, Jung Gal-hee, yang menjadi fokus utama plot romantis cerita ini.
Kondisi ini memicu komedi situasi sekaligus konflik emosional, di mana ia harus mengandalkan Gal-hee sang sekretaris untuk berinteraksi dengan dunia luar.
Prosopagnosia dalam drakor ini digambarkan sebagai penyakit nyata yang jarang, di mana penderitanya kesulitan membedakan fitur wajah manusia. (Zee)







