Kenapa Salat Tarawih jadi Ibadah Istimewa saat Ramadan?

ZETIZENS.ID – Ada ibadah salat berjamaah yang ditunggu-tunggu saat Ramadan tiba. Secara ya, saat ibadah ini bisa bersilaturahmi dengan banyak orang di masjid dan mendengarkan teriakan amin paling kenceng dari para bocil. Ini dia salat Tarawih.
Salat Tarawih dianjurkan atau sunnah muakkad karena merupakan ibadah istimewa untuk menghidupkan malam Ramadan, menjanjikan pengampunan dosa terdahulu bagi yang ikhlas, serta melipatgandakan pahala.
Tarawih menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memberi ketenangan batin, dan mempererat tali silaturahmi antarumat muslim melalui jamaah.
Berikut alasan utama kenapa salat Tarawih sangat dianjurkan:
Menghapus Dosa Terdahulu: Berdasarkan hadis Nabi, barangsiapa ibadah malam (qiyamu Ramadhan) dengan iman dan ikhlas, dosanya yang lalu akan diampuni.
Pahala Setara Shalat Semalam Penuh: Mengerjakan Tarawih berjamaah pahalanya dihitung seperti shalat sepanjang malam.
Sunnah Muakkad yang Khusus: Ibadah ini hanya ada pada bulan Ramadan, menjadikannya kesempatan spesial untuk memaksimalkan ibadah.
Ketenangan Hati dan Kedamaian Batin: Suasana Tarawih yang khusyuk membawa ketenangan spiritual.
Kesehatan Fisik: Selain spiritual, gerakan salat yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kebugaran tubuh selama berpuasa.
Meskipun sunnah, keutamaannya sangat besar, menjadikannya salah satu ibadah yang paling utama di bulan suci Ramadan.
Relaksasi
Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dalam laman Muhammadiyah menulis, dalam bahasa Arab, istilah itu Tarawih berarti istirahat atau relaksasi.
Nama ini dilekatkan dengan salat ini karena ia merupakan salat yang panjang, baik 20 atau 8 rakaat. Bagi mereka yang berpuasa di musim panas, malamnya pendek sehingga tidak banyak masa untuk istirahat lebih lama, paling-paling hanya untuk istirahat sejenak, jeda, atau sekadar menarik napas sejenak.
Di Indonesia dan di sejumlah tempat, juga dibarengi dengan ceramah singkat selama waktu istirahat itu. Hanya sedikit ulama yang berpendapat bahwa salat Tarawih yang panjang ini masuk kategori sunnah muakkadah, yang berarti sunnah yang ditekankan sampai-sampai jika kamu mengabaikannya maka akan berdosa karena tidak melakukannya.
Salat Tarawih sebenarnya tidak disebutkan dalam Alquran. Bahkan bila dibaca dengan cermat apa yang dikatakan Alquran tentang puasa dan malam Ramadan dan seterusnya, orang tidak akan mendapatkan kesan dari Alquran bahwa ada salat yang panjang di malam hari. Alquran mengatakan, “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar” (QS 2: 187). (Zee)







