Dewan Pers Ingatkan Pentingnya Profesionalisme

ZETIZENS.ID — Ketua Dewan Pers menyoroti perubahan besar media di Indonesia yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan pers. Ia mengingatkan bahwa sejak awal, surat kabar tumbuh bersama perjuangan masyarakat dan berperan penting dalam mengarahkan, mengendalikan, serta memimpin arus informasi publik secara rasional dan bertanggung jawab.
Namun dalam perkembangannya, peran tersebut perlahan tergeser oleh industri informasi berbasis digital. Logika bisnis informasi kini semakin dominan, didukung oleh teknologi digital, artificial intelligence (AI), serta media sosial yang telah menjadi konsumsi utama masyarakat. “Media sosial berkembang menjadi hiburan dan mainan utama masyarakat,” ujar Komarudin.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, minat membaca surat kabar terus menurun. Masyarakat kini lebih banyak mengakses informasi melalui gawai, meskipun tidak seluruh informasi yang beredar memiliki nilai jurnalistik. Ia menjelaskan, karakter bisnis media sosial adalah mengejar jumlah penonton. Ketika audiens terkonsentrasi di media sosial, maka arus iklan pun ikut berpindah.
Kondisi ini berdampak langsung pada media pers konvensional yang kehilangan porsi pendapatan iklan. “Hari ini hampir tidak ada perusahaan pers yang tidak melakukan efisiensi, bahkan pemutusan hubungan kerja,” katanya. Situasi tersebut menjadi perhatian serius Dewan Pers. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya keadilan dalam distribusi belanja iklan, termasuk intervensi kebijakan yang tidak hanya menguntungkan media sosial, tetapi juga menjaga keberlangsungan media pers yang menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
Ketua Dewan Pers menegaskan bahwa fenomena ini bersifat global dan merupakan bagian dari ekosistem media yang terus berubah. Meski demikian, ia mengapresiasi semangat insan pers yang tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan etika di tengah tantangan berat. “Salah satu hal terpenting yang harus dijaga pers adalah kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepercayaan hanya dapat diraih melalui profesionalisme, objektivitas, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Dewan Pers mencatat setiap hari menerima lebih dari sepuluh pengaduan masyarakat, sebagian besar berkaitan dengan pemberitaan yang tidak profesional atau dampak informasi media sosial yang tidak terverifikasi.
Di akhir pernyataannya, Ketua Dewan Pers menekankan bahwa informasi memiliki pengaruh besar terhadap emosi, pikiran, dan perilaku masyarakat. “Sebagaimana manusia membutuhkan udara, air, dan makanan yang bersih, masyarakat juga membutuhkan informasi yang sehat,” tegasnya. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kualitas informasi, demi keberlangsungan demokrasi dan kehidupan sosial yang sehat.
(Sarah)







